Bacabup Ronny Wahyono Gelar Deklarasi Bersama Sejumlah Partai Dari Koalisi Perubahan? Demokrat Nilai Sebagai Pelanggaran Etik Berat
Pacitan,Liputan 68.com- Wacana majunya Politikus Demokrat, Ronny Wahyono, dalam bursa pencalonan sebagai Bupati Pacitan masa bakti 2024-2029 melalui Pilbup 2024, nampaknya tak sekedar gertak sambal belaka.
Ronny, yang detik ini masih menjabat sebagai pimpinan tertinggi di DPRD Pacitan, terus melakukan langkah-langkah koordinasi lintas partai, terkait rencananya untuk maju sebagai bakal calon bupati.
Seperti yang berlangsung Ahad (23/6) kemarin, putra kandung mantan Bupati Pacitan, H. Suyono itu sempat menggelar acara semacam deklarasi bersama sejumlah partai yang pernah tergabung di Koalisi Perubahan saat perhelatan Pilpres lalu. Seperti PDI-P, PKB, PKS, PPP, dan NasDem.
Nampak dalam sebuah video berdurasi 00.08 detik, para elite partai dari Koalisi Perubahan termasuk Ronny sendiri, kompak meneriakan yel-yel “Koalisi Perubahan Ok, Koalisi Perubahan Ok”.
Sekretaris DPC PPP Pacitan, Edhy Wiyono saat dikonfirmasi mengatakan, kalau kegiatan yang dilaksanakan bersama Ronny Wahyono dan beberapa partai yang pernah tergabung di Koalisi Perubahan, tidak ada keterkaitannya dengan agenda Pilbup Pacitan.
“Kami hanya sekedar melakukan silaturahmi lintas partai. Secara kebetulan, Pak Ronny memang pernah datang ke kami (PPP) yang juga untuk bersilaturahmi. Jadi nggak ada kaitannya dengan Pilbup atau pencalonan beliau (Ronny Wahyono),” kata Edhy, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon aplikasi chatting WhatsApp, Senin (24/6).
Hal senda juga disampaikan Sekretaris DPD Partai NasDem, Bambang Setya Budi. Dia juga menegaskan, kalau acara tersebut bukan deklarasi bakal calon bupati. “Nggak (deklrasi), itu hanya acara silaturahim antar partai,” terang Bambang yang juga wakil rakyat periode 2019-2024 ini.
Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD NasDem Pacitan, Eko Hadi Susilo menambahkan, selain agenda silaturahmi antar partai, kegiatan yang dihelat bersama Ronny Wahyono kemarin, juga ada pembahasan terkait penyusunan alat kelengkapan DPRD, khususnya fraksi gabungan.
“Acara kemarin bukan deklarasi bakal calon bupati, tapi hanya sekedar silaturahmi antar partai. Khusus NasDem, PPP dan PKS, juga ada pembahasan soal fraksi gabungan di lembaga DPRD masa jabatan 2024-2029.
Secara kebetulan, saat ini Pak Ronny kan masih menjabat sebagai Ketua DPRD. Jadi kita minta saran dan masukannya,” jelas Eko.
Soal bacabup, Eko menegaskan, itu sepenuhnya ranah DPP. Meskipun nama Ronny Wahyono, diakuinya sudah masuk ke pusat sebagai bakal calon bupati dari NasDem. “Nama Ronny Wahyono memang sudah sampai ke DPP. Tapi soal siapa yang akan direkomendasi, sepenuhnya itu kewenangan pusat. Bisa Mas Ronny, Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji) atau juga Mas Gagarin. Sepenuhnya itu kewenangan DPP,” tukasnya.
Sementara itu, wartawan masih belum mendapatkan konfirmasi dari PDI-P, PKS dan PKB. Beberapa pertinggi partai itu masih sulit ditemui media untuk dikonfirmasi terkait agenda bersama Ronny Wahyono yang dihelat Ahad kemarin.
Ditempat terpisah, salah seorang sumber di internal DPC Demokrat Pacitan mengatakan, langkah yang dilakukan Ronny Wahyono tersebut, dinilai sebagai pelanggaran etik berat.
Apalagi, lanjut sumber tersebut, saat ini yang bersangkutan masih menjabat sebagai Ketua DPRD dan representasi dari Fraksi Partai Demokrat.
“Data dan fakta-fakta yang kami temukan, sudah sampai ke DPP. Bagaimana nanti sikap DPP, mereka yang akan memutuskan terkait kadernya yang diduga telah melakukan pelanggaran etik berat tersebut,” ujar sumber yang meminta tidak dikorankan namanya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan