Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru 2024 di SMPN 7 Kupang Berjalan Lancar

NTT, Liputan68.com- Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 7 Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bejalan dengan aman dan lancar.
Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala SMPN 7 Kota Kupang, Jeni Tabelak, S.Pd ketika diwawancara media ini di Ruang Kerjanya pada Jumat, 28 Juni 2024.
Dijelaskan Jeni, kuota siswa sesuai ketentuan Dinas ini berjumlah 320 orang, yakni 10 ruang kelas.

“Saat ini telah ada 165 orang yang mendaftar. Kami juga siap dan sangat bersedia menerima peserta didik dari jalur distriubusi,”
“Namun kami disini ruang kelas atau rombel itu sudah pas, jadi kalau sampai kesini lagi maka kami akan dua shift, jadi pagi dan siang karena kebutuhan ruangan tidak mencukupi,” beber Jeni.
Lebih lanjut Jeni Tabelak mengatakan, jika disesuaikan dengan ketersediaan ruangan maka jumlah siswa yang telah mendaftar sebanyak 165 sudah cukup.

“Kami kemarin yang tamat itu 161 orang, jadi setiap tahun jumlah rata-rata siswa disisni seperti itu, pas dengan ketersediaan jumlah rombongan belajar, ” jelas Jeni.
Untuk administrasi PPDB ini lanjut Jeni, kita ikut edaran yang dari Dinas, kalau sampai ada biaya berarti kami ada kesepakatan dengan orangtua, kami tidak berikan keputusan sendiri. Untuk saat ini tidak ada.
“Untuk seragam itu orangtua yang siapkan, sedangkan pakaian batik dan olahraga itu Sekolah yang siapkan dengan nominal Rp 275 ribu sesuai dengan arahaan dari Dinas,” imbuh Jeni Tabelak.

“Disini kami juga kompromi terhadap keuangan pakaian sekolah ini. Kami memberikan kesempatan untuk mereka melunasi secara pertahap, tidak memaksakan mereke langsung beres, yang utama datang daftar dulu nanti baru disusul untuk berkas dan uang pakaiannya,” kata Jeni.
Selain itu Jeni juga menjabarkan terkait ketersediaan dan kebutuhan ruangan di SMP Negeri 7 Kota Kupang.
“Pada tahun ini kami mendapat tambahan dua ruang kelas dari Kementerian, saat ini dalam tahap perencanaan, kami usul lewat Dapodik,” ungkap Jeni.
Jeni juga berharap bisa ada tambahan ruangan baru.
“Kami masih kurang sekitar empat ruang kelas dan ruangan laboratorium TIK,” tutur Jeni.*** (Mario Langun)

Tinggalkan Balasan