Liputan BERITA

Tingginya Kasus Laka-Laut Yang Dialami Wisatawan, Kapolres Pacitan Sebut Masih Kurangnya Sumberdaya Utamanya Dibidang Keamanan

Ditulis oleh Liputan68 pada 4 Juli 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Dibalik gencarnya promosi wisata yang ada di Pacitan, namun sejauh ini belum diimbangi dengan ketersediaan sarana dan prasarana, serta sumber daya yang mumpuni. Terutama dari sisi pengamanan.

Maka tak heran bila selama ini, sering kali terjadi laka laut yang mengakibatkan puluhan wisatawan harus berpindah alam saat berwisata di seputaran pantai.

Menurut Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Ashar, saat menggelar gathering dengan insan media, bahwa selama ini dikawasan wisata pantai masih banyak keterbatasan.

Terutama dari sisi keamanan, sumber daya serta ketersediaan sarana dan prasarana.

Mantan penyidik di lembaga anti rasuah (KPK) ini juga menyebut, disepanjang Juni lalu, sedikitnya telah terjadi kasus laka laut yang mengakibatkan 10 wisatawan berpulang karena terseret ombak dan tenggelam.

Peristiwa tersebut berlangsung di beberapa destinasi wisata pantai. Terakhir di pantai Pancer Door, empat wisatawan dari luar daerah harus berpulang ke alam Barzah.

“Rata-rata kasus laka laut dialami wisatawan dari luar daerah. Yang terakhir kasus di Pantai Pancer Door, yang mengakibatkan 4 wisatawan meninggal dunia,” kata Kapolres Ayub, Jum’at (4/7/2025).

Perwira Polisi dengan dua melati di pundak ini mengungkapkan, kedepan perlunya evaluasi, khususnya di bidang keamanan.

Selain itu juga perlunya sosialisasi secara masif, baik dari pengelola wisata, dan juga peran media massa. “Polri memang ada tupoksi terkait pengamanan wisata. Paska kasus laka laut di Pantai Pancer Door, kami sempat mengumpulkan 50 pengelola wisata yang ada di Pacitan.

Dan harus kita akui memang banyak keterbatasan. Promosi luas namun belum diimbangi dengan pengamanan yang ada. Masih banyak kekurangan fasilitas dan sumber daya. Termasuk peran bagian tiketing, ketika wisatawan masuk seharusnya sudah memberikan peringatan,” tuturnya

Masih di kesempatan yang sama, Kapolres Ayub juga menegaskan, masih tingginya kasus laka-laut di kawasan wisata, salah satu penyebabnya yaitu masih kurangnya edukasi.

“Kurangnya edukasi membuat wisatawan, menganggap semua kawasan pantai aman. Untuk itu kami juga meminta insan media ikut memberikan edukasi.

Sebab dari 270 juta jiwa penduduk di Indonesia 70 persen diantaranya pengguna media sosial, ataupun platform media komunikasi seperti halnya WhatsApp. Sehingga mereka akan tau ketika ada edukasi lewat pemberitaan media massa,” tegas Ayub. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian