Soroti Pemborosan Anggaran di Taman Nostalgia, Randy Daud: Warga Maulafa-Alak Juga Butuh Cahaya

NTT, Liputan68.com- Anggota Komisi II DPRD Kota Kupang dari Fraksi Golkar, Randy Daud, menyoroti kebijakan Pemerintah Kota Kupang yang dinilai tidak merata dalam pengembangan fasilitas publik, khususnya taman kota dan penerangan jalan.

Menurut Randy, pemerintah seharusnya tidak hanya berfokus pada Taman Nostalgia (Tamnos) saja.

Ia menilai, masih banyak ruang terbuka dan kawasan publik di berbagai kecamatan yang layak mendapat perhatian.

“Nanti di tahun-tahun yang akan datang, pengembangan jangan hanya di Taman Nostalgia saja, tetapi fungsikan juga taman-taman lain. Semuanya harus tertata adil supaya roda ekonomi bergerak dengan baik,” tegasnya (29/9/2025).

Politisi Golkar itu juga menyoroti penggunaan anggaran yang dinilai tidak efisien. Ia mempertanyakan urgensi pemasangan lampu berlebih di Taman Nostalgia sementara sejumlah wilayah di Kota Kupang masih minim penerangan.

“Kita harus lihat, mengapa memperbanyak lampu di Tamnos, sedangkan di tempat lain masih gelap dan sangat membutuhkan? Ini bentuk pemborosan di satu titik, padahal ada kawasan lain yang jauh lebih mendesak,” kritiknya.

Randy menyebut Kecamatan Maulafa dan Kecamatan Alak sebagai contoh wilayah yang kerap terabaikan.

Kedua kecamatan tersebut, kata dia, masih minim fasilitas penerangan jalan, sehingga berpengaruh pada rasa aman dan nyaman masyarakat.

“Seharusnya pemerintah juga pasang di wilayah yang gelap itu, sehingga tercipta keamanan dan kenyamanan yang merata bagi seluruh warga Kota Kupang,” ujarnya.

Dengan kritiknya ini, Randy berharap Pemkot Kupang lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran dan memastikan pembangunan berjalan secara adil.

Pemerataan, menurutnya, bukan sekadar jargon, tetapi wujud nyata dari kehadiran pemerintah bagi semua warganya, bukan hanya di pusat kota.***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *