Pacitan, Liputan 68.com-Malam di Pacitan terasa lengang. Namun di balik ketenangan kota pesisir itu, dinamika politik justru bergerak pelan namun pasti.
Riak-riak kecil mulai terdengar dari berbagai penjuru, terutama sejak tersiar kabar perubahan arah politik seorang figur sentral, Wakil Bupati Pacitan, Gagarin.
Politikus berpostur tinggi besar itu dikenal tak banyak bicara, tetapi langkah-langkahnya kerap menjadi isyarat kuat bagi arah kendaraan politik di Pacitan. Seolah mengikuti ritme ombak laut selatan, gerak Gagarin kini disebut tak lagi berkiblat pada partai lamanya.
Partai Golkar Pacitan, yang lama menjadi kendaraan politik Gagarin, kini telah memasuki babak baru kepemimpinan. Pergantian nahkoda itu seperti menjadi titik refleksi, baik bagi internal partai maupun para tokohnya yang pernah berada di poros utama.
Di tengah dinamika itu, publik mulai membaca tanda-tanda. Arah politik Gagarin menjadi teka-teki. Tidak banyak yang mengetahui pasti, namun rumor pelan mulai bergerak.
Menurut Ki Gondomono, salah satu tokoh pemuda yang cukup dekat dengan dinamika perpolitikan lokal, sinyal kuat itu mulai tampak. Ia mengaku menerima kabar bahwa mantan orang nomor satu di DPD Partai Golkar Pacitan itu kini tengah bermanuver menuju Partai Demokrat.
“Kabar yang saya terima, beliau mengikuti agenda retret dari Partai Demokrat beberapa waktu lalu,” ujarnya, Ahad (21/12/2025).
Agenda retret internal partai biru besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu dikenal sebagai ajang pematangan strategi dan konsolidasi kader inti. Kehadiran Gagarin, jika benar, tentu akan menjadi penanda penting.
Ki Gondomono yang juga seorang pegiat seni bela diri dari salah satu perguruan pencak silat ternama ini menyebut, masyarakat perlu mengetahui arah perkembangan politik tokoh-tokoh lokal.
Menurutnya, dinamika ini adalah bagian dari proses panjang demokrasi, sekaligus cermin bahwa kendaraan politik tidak selamanya statis.








