Liputan BERITA

Manuver Politik Gagarin, Kemana Arah Berlabuh? Begini Pandangan Tokoh Pemuda Pacitan, Ki Gondomono

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 Desember 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, Liputan 68.com-Malam di Pacitan terasa lengang. Namun di balik ketenangan kota pesisir itu, dinamika politik justru bergerak pelan namun pasti.

Riak-riak kecil mulai terdengar dari berbagai penjuru, terutama sejak tersiar kabar perubahan arah politik seorang figur sentral, Wakil Bupati Pacitan, Gagarin.

Politikus berpostur tinggi besar itu dikenal tak banyak bicara, tetapi langkah-langkahnya kerap menjadi isyarat kuat bagi arah kendaraan politik di Pacitan. Seolah mengikuti ritme ombak laut selatan, gerak Gagarin kini disebut tak lagi berkiblat pada partai lamanya.

Partai Golkar Pacitan, yang lama menjadi kendaraan politik Gagarin, kini telah memasuki babak baru kepemimpinan. Pergantian nahkoda itu seperti menjadi titik refleksi, baik bagi internal partai maupun para tokohnya yang pernah berada di poros utama.

Di tengah dinamika itu, publik mulai membaca tanda-tanda. Arah politik Gagarin menjadi teka-teki. Tidak banyak yang mengetahui pasti, namun rumor pelan mulai bergerak.

Menurut Ki Gondomono, salah satu tokoh pemuda yang cukup dekat dengan dinamika perpolitikan lokal, sinyal kuat itu mulai tampak. Ia mengaku menerima kabar bahwa mantan orang nomor satu di DPD Partai Golkar Pacitan itu kini tengah bermanuver menuju Partai Demokrat.

“Kabar yang saya terima, beliau mengikuti agenda retret dari Partai Demokrat beberapa waktu lalu,” ujarnya, Ahad (21/12/2025).

Agenda retret internal partai biru besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu dikenal sebagai ajang pematangan strategi dan konsolidasi kader inti. Kehadiran Gagarin, jika benar, tentu akan menjadi penanda penting.

Ki Gondomono yang juga seorang pegiat seni bela diri dari salah satu perguruan pencak silat ternama ini menyebut, masyarakat perlu mengetahui arah perkembangan politik tokoh-tokoh lokal.

Menurutnya, dinamika ini adalah bagian dari proses panjang demokrasi, sekaligus cermin bahwa kendaraan politik tidak selamanya statis.

“Publik berhak mengetahui bagaimana arah politik pemimpin daerahnya. Ini bukan persoalan pindah partai semata, tetapi menyangkut masa depan Pacitan,” tegasnya.

Sementara itu, beberapa pengamat lokal menyebut langkah Gagarin dapat menjadi pemanasan menuju kontestasi Pilkada 2024–2029. Namun, sebagian lain melihatnya sebagai strategi konsolidasi untuk menjaga pengaruh dan loyalitas basis politik.

Di luar spekulasi itu, satu hal tampak jelas, percaturan politik Pacitan sedang bergerak. Dan nama Gagarin kembali menjadi poros perbincangan.

Sampai kini, Gagarin belum memberikan pernyataan resmi. Publik masih menunggu ke mana akhirnya ia berlabuh, serta bagaimana langkah politiknya akan memengaruhi peta kekuatan lokal.

Sementara waktu terus berjalan, dan dinamika itu seperti arus laut selatan, terus mengalir tanpa jeda.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian