Setahun Melki-Johni, Fondasi Ekonomi Rakyat Mulai Dibangun Meski Dampak Belum Signifikan
Liputan68.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mengarahkan pembangunan ekonomi ke basis rakyat dalam tahun pertama kepemimpinan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johanis Asadoma.
Hal ini tergambar dalam buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” yang diluncurkan, Kamis (9/4/2026).
Dalam buku tersebut dijelaskan adanya perubahan pendekatan pembangunan ekonomi.
Pemerintah tidak lagi berfokus pada peran dominan di sisi produksi, tetapi mulai mendorong masyarakat sebagai pelaku utama, sementara negara berperan memastikan akses pasar.
Program seperti One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), NTT Mart, dan Gerakan Beli NTT menjadi instrumen utama dalam kebijakan ini.
Program-program tersebut diarahkan untuk menghubungkan produksi lokal dengan pasar secara lebih terstruktur.
Namun, dalam refleksi satu tahun, pemerintah juga mengakui bahwa dampak ekonomi secara luas belum signifikan. Perubahan yang terjadi masih berada pada tahap awal, terutama pada penataan sistem dan kelembagaan.
Produksi masyarakat yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri mulai dipetakan berdasarkan potensi wilayah.
Akses pasar juga mulai terbuka, meskipun masih terbatas pada pameran, ritel tertentu, dan platform digital.
Dari sisi nilai tambah, sebagian pelaku usaha mulai beralih dari menjual bahan mentah ke produk olahan.
Meski skalanya kecil, langkah ini dianggap penting sebagai awal perubahan struktur ekonomi daerah.
Penguatan kelembagaan juga mulai dilakukan dengan mendorong UMKM bergabung dalam koperasi, BUMDes, dan komunitas usaha. Selain itu, keterlibatan pemuda dan perempuan mulai mendapat perhatian lebih dalam kegiatan ekonomi lokal.
Pemerintah menempatkan tahun 2025 sebagai fase fondasi, yaitu tahap awal penataan arah kebijakan dan sistem.
Keberhasilan program-program tersebut akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi, dukungan anggaran, serta keterlibatan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.
Secara umum, arah kebijakan dinilai mulai bergerak, namun masih membutuhkan waktu untuk menunjukkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di NTT.***

Tinggalkan Balasan