Liputan BISNIS

Mengejutkan ! Honda Stop Penjualan Mobil Bensin dan Diesel

Ditulis oleh Liputan68 pada 7 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

INGGRIS — LIPUTAN68.com Honda mengumumkan akan menghentikan penjualan mobil bermesin konvensional seperti bensin dan diesel mulai tahun 2022 mendatang.

Tentunya ini menjadi kabar mengejutkan dari pabrikan otomotif asal Jepang tersebut

Hal ini dilakukan Honda sebagai upaya mendukung pengurangan emisi gas buang yang dihasilkan mobil bermesin konvensional serta mengurangi habisnya bahan bakar fosil di dunia.

Namun, penghentian penjualan tersebut bukan dilakukan di Indonesia. Melainkan hal tersebut menjadi keputusan Honda Eropa.

Selanjutnya, Honda akan memasarkan mobil dengan teknologi hybrid dan listrik di wilayah Benua Biru.

Hal tersebut seperti yang dikonfirmasi Wakil Presiden Senior Honda di Inggris, Ian Howells yang dikutip dari Autocar.

Ini (line-up Honda) akan menjadi kombinasi mobil listrik sepenuhnya dan hybrid,” papar Howells.

Pernyataan Howells ini sejalan dengan komitmen Inggris untuk menghentikan penjualan mobil bermesin bensin dan diesel di tahun 2030.

Ia juga menekankan bahwa Honda percaya pada pendekatan multi-jalur untuk mengurangi emisi gas karbon dari sisa pembakaran.

Howells menambahkan, ada peran teknologi yang harus dikedepankan guna mengimplementasikan keinginan untuk mengurangi emisi gas buang tersebut.

“Ada peran yang harus dimainkan untuk bahan bakar elektronik, untuk biomassa, untuk hidrogen, hingga tingkat tertentu untuk bahan bakar konvensional, dan juga baterai,” tambahnya.

Meskipun mengatakan dukungannya pada elektrifikasi kendaraan, namun Howells mengatakan keraguannya terhadap penerimaan kendaraan berteknologi listrik.

Alasannya, karena kendaraan listrik dipasarkan dengan harga yang lebih mahal dari mobil bensin ataupun diesel. Sehingga dikatakan Howells kendaraan listrik saat ini tidak dilihatnya sebagai solusi langsung untuk mengurangi gas karbon.

“Harganya sepertiga hingga 50% lebih mahal daripada kendaraan konvensional atau hibrida,” ungkapnya.

Sehingga, Howells mengatakan bila mobil dengan teknologi hybrid saat ini dianggap sebagai langkah yang paling efektif dibandingkan dengan peralihan ke mobil listrik seluruhnya.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian