Liputan BERITA

Cerita Gubsu Edy Rahmayadi Dinasehati Wartawan Karena Gaya Bicaranya

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Januari 2022 • ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Sosok Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi kerap menyita perhatian masyarakat. Gaya bicaranya yang tegas dan ceplas ceplos sering muncul jadi pemberitaan media. Begitupun, mantan Pangkostrad memang dikenal suka berseloroh kepada wartawan.

Dalam silaturahmi dengan insan pers, Jumat (28/1/2022), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Gubsu Edy Rahmayadi menegaskan kalau peran wartawan sangat besar dalam mewujudkan Sumut maju, aman, dan bermartabat sebagaimana visinya bersama Wakil Gubernur, Musa Rajekshah (Ijeck).

“Sehebat apapun program OPD (organisasi perangkat daerah) tidak berarti tanpa penyebaran informasi dari wartawan,” katanya.

Kesempatan itu, Edy menegaskan soal gaya bicaranya yang keras bukanlah bentuk suatu kemarahan.

“Jangan nanti kalian tulis gubernur marah-marah lagi. Terus aku di-bully. Saya tak pintar marah-marah. Tapi memang bahasa saya seperti itu,” ujarnya. Diakuinya telah berulang kali sudah sampaikan kepada OPD, wartawan, juga khayalak Sumut, bahwa pernah belajar lemah lembut tetapi gagal.

“Apa kabar? Tiga bulan sakit saya,” ujar Edy dengan gimik santun yang disambut tawa dan tepuk tangan audiens.

Di sisi lain ia mengaku, banyak yang sudah memberikan masukan kepadanya. Termasuk juga Zulkifli Harahap (wartawan Harian Waspada) yang sering disapa Zul Gondrong.

“Ini si gondrong ini sudah bolak-balik menasehati saya. Bapak ini oke, tapi kurangi (marah-marah). Udah kucoba kukurangi. Nah sekarang mana kalian pilih aku lemah lembut, tapi kutipu kalian,” kata mantan ketua umum PSSI tersebut.

Edy lantas mengajak wartawan untuk meluruskan niat membangun Sumut. Dengan kondisi wilayah Sumut yang cukup luas yakni 33 kabupaten/kota, tidak mungkin seorang kepala daerah dibantu OPD bisa mengurusinya tanpa peran serta insan pers.

“Yang paling penting niat apa yang harus kita lakukan bersama. Rakyat Sumut ini besar. Saya pernah menguasai Indonesia ini saat jadi Pangkostrad tapi tak sesusah mengurusi Sumut ini,” ungkapnya. Contohnya dia bilang kepada bupati jangan korupsi, namun tetap saja ada yang melakukan.

“Eh korupsi juga. Ketangkap lagi dan Sumut ini kembali peringkat satu kasus korupsi,” pungkasnya.

Hadir di antaranya Penjabat Sekdaprov Sumut, Afifi Lubis, Plt Kadis Kominfo Sumut, Kaiman Turnip, dan para pimpinan OPD di lingkup Pemprov Sumut lainnya.

Afifi Lubis menyebut wartawan khususnya yang sering bersinggungan langsung dengan Gubernur Edy paham dengan karakter dan gaya bicara orang nomor satu di Sumut itu.

“Kawan-kawan wartawan pasti sudah paham. Jadi tidak semua bisa ditafsirkan bahwa apa yang beliau ucapkan itu semuanya bernada untuk melakukan perdeskreditan, tapi semata-mata memang bawaan, ini persoalan pembawaan beliau,” ujar dia.

Edy Rahmayadi, lanjut Afifi, punya kekhasan sebagai Gubsu saat ini.

“Pak gubernur memanggil ‘hey gondrong’ kepada Pak Zul Harahap malah lantas itu dianggap pak gubenur menghina. Tapi itu gambaran keakraban kita. Jadi jangan menafsirkan yang macam-macam,” harapnya.

Salah seorang wartawan Benny Pasaribu yang hadir di acara itu, menyambut baik pertemuan dengan Gubsu dan OPD ini.

“Jadi ada keterbukaan informasi. Gaya bicara Pak Gubsu juga apa adanya, beliau realistis,” tukasnya. (LM-02)

TEKS FOTO
SILATURAHMI: Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menggelar silaturahmi dengan para wartawan bersama seluruh pimpinan OPD Pemprov Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Jumat (28/1). DISKOMINFO SUMUT

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian