Liputan EKONOMI & KEUANGAN

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Naik, Mengungguli China dan Amerika

Ditulis oleh Liputan68 pada 10 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Jakarta – Liputan68.com – Ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2022 tumbuh 5,01%, hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mengungguli sejumlah negara seperti Amerika Serikat, China, dan Korea Selatan.

“Pertumbuhan perekonomian kita di kuartal pertama ini stabil hampir sama dengan kuartal IV 2021 yaitu 5,01%,” kata Airlangga di Jakarta, Senin (09/05/2022).

Airlangga menjelaskan bahwa sejumlah negara seperti China memiliki tingkat pertumbuhan 4,8%, Singapura 3,4%, Korea Selatan 3,07%, lalu Amerika Serikat 4,29%, dan Jerman 4,0%. “Dari segi pertumbuhan ekonomi global, tahun ini diperkirakan 3,6-4,5%, Namun, berbagai lembaga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia antara 5-5,4%,” ucap Airlangga.

Menko Airlangga menyatakan bahwa kinerja menggembirakan perekonomian Indonesia tersebut diikuti juga oleh jumlah angkatan kerja yang sebesar 4,2 juta orang.

Bahkan ada tambahan pekerja sebesar 4,56 juta orang sehingga hampir seluruh yang masuk lapangan kerja bisa diserap.

“Pekerja penuh waktu yaitu 88,42 juta orang atau naik 4,28 juta orang. Jadi kenaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercermin dari jumlah tenaga kerja yang tercipta semakin meningkat,” lanjut Airlangga.

Kemudian untuk pekerja paruh waktu, meningkat menjadi 36,54 juta atau bertambah satu juta orang, pekerja yang setengah menganggur menurun, menjadi 10,65 juta atau turun 770 ribu.

Airlangga Hartarto yang juga mantan Menteri Perindustrian menambahkan jika sektor dari supply side rata-rata memiliki pertumbuhan positif mulai dari pergudangan, industri, jasa, pertanian dan konstruksi.

“Begitu juga dari segi demand side seperti konsumsi rumah tangga, investasi maupun ekspor impor yang juga tumbuh positif,” ujar Airlangga.

Selama Ramadan, indeks belanja meningkat yang diiringi oleh kenaikan trafik dan penumpang yang juga meningkat.

Berdasarkan pengamatan, indeks belanja di Kalimantan meningkat menjadi 199,6. Sumatera 178, kemudian Jawa 137, Maluku Papua 145,5 dan Bali Nusa Tenggara 72,9.

“Kalau kami lihat secara keseluruhan jumlah frekuensi yang belanja indeksnya 179,4. Sedangkan yang dari segi nilai sebesar 159,9 dan indeks ini meningkat 31 persen dibandingkan Ramadan yang lalu,” kata Airlangga Hartarto.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian