Airlangga Hartarto Akan Digulingkan Dari Golkar Karena “Berselingkuh”
Jakarta – Liputan68.com – Rencana penggulingan Airlangga Hartarto dari pucuk pimpinan Partai Golkar semakin menguat setelah Menteri Koordinator Perekonomian itu menjalin hubungan ‘perselingkuhan’ dengan keluarga Cikeas.
Beberapa waktu lalu Airlangga mengunjungi keluarga Cikeas dan bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam suasana Idul Fitri.
Dari pertemuan itu kemudian merebak isu koalisi antara Demokrat dengan Golkar yang kemudian menimbulkan kecemburuan di kalangan Istana terlebih PDIP.
Saat ini diperkirakan bahwa kalangan elite Partai Golkar mulai terbelah suara, sebagian dilaporkan menginginkan Airlangga untuk segera lengser dari jabatan sebagai Ketum Golkar.
Jika digelar Munaslub siapakah pengganti Airlangga paling potensial untuk mengisi jabatan Ketum Golkar ?
Sejumlah sumber memprediksi beberapa nama besar yang layak untuk menggantikan Airlangga. Mulai dari Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) hingga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Bamsoet saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar periode 2019-2024. Dia merupakan salah satu loyalis Jokowi yang sempat menjadi rival Airlangga dalam Munas memperebutkan Ketum Golkar.
Jebatannya sebagai orang nomor dua di Partai Beringin berpotensi menggantikan Airlangga jika benar-benar tergulingkan.
Sementara Luhut Binsar Pandjaitan atau yang akrab disapa LBP saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Gorkar periode 2019-2024.
Bersama para tokoh senior Golkar mulai dari Aburizal Bakrie selaku Ketua Dewan Pembina dan Zaenudin Amali sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina, kemudian Akbar Tandjung sebagai Ketua Dewan Kehormatan, LBP dapat dengan mudah menguasai Partai Beringin melakui konsolidasi para tokoh itu.
Namun sebesar apapun kekuatan antara Bamsoet maupun LBP, penentu sosok yang pantas menggantikan Airlangga tetap berada di tangan Presiden Jokowi.
Saat ini Jokowi tengah membangun kekuatan untuk mengokohkan dirinya sebagai King Maker untuk menentukan arah politik 2024.
Sejumlah pengamat menilai, tokoh yang paling tepat menggantikan Airlangga sebagai Ketum Golkar adalah Presiden Jokowi.
Jika Jokowi menjadi Ketum Golkar, menurut pakar situasinya akan lebih kondusif dan akan mampu menguatkan mesin-mesin partai menuju Pilpres 2024.(sumber : riaubook.com/SS)

Tinggalkan Balasan