Liputan DAERAH

Kampus Pencetak Jurnalis Ini Gandeng LPDS Beri Pemahaman Literasi Media

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 Februari 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN — LIPUTAN68.COM — Jelang penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Kota Medan, Sumatera Utara yang dimulai pada 7 Maret, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi “Pembangunan” (STIK-P) Medan bekerjasama dengan Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) menginisiasi seminar nasional bertajuk Literasi Media dengan tema “Cerdas Bermedia Sosial Langgam Pers Untuk Bangsa Berkualitas”, Kamis (2/2/2023).

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) dan pertukaran plakat antara Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana dan Ketua STIK-P Dr H Sakhyan Asmara MSP.

Selain itu, kegiatan turut dirangkai dengan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Dalam seminar, para narasumber menyampaikan berbagai materi menarik. Misalnya soal pemanfaatan media sosial dalam kegiatan belajar di STIK-P yang disampaikan Sakhyan Asmara. Lalu soal rambu-rambu hukum dan etika sebagai pengguna media sosial oleh Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana.

Selanjutnya soal pemanfaatan medsos untuk branding dan meningkatkan portofolio dipaparkan oleh Maskur Abdullah (pengajar LPDS); Menyoroti pemberitaan media yang cenderung menerapkan clickbait oleh aria D Andriana/LPDS), dan menelaah informasi medsos menuju pemilu cerdas disampaikan oleh Priyambodo RH (LPDS).

Seminar tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan dosen maupun wartawan di Sumatera Utara baik langsung maupun daring (zoom).

Sakhyan mengatakan civitas akademika STIK-P Medan sangat bersyukur dengan terselenggaranya seminar nasional tersebut.

Mantan deputi menpora itu juga berterimakasih kepada LPDS dan pimpinan Yayasan Pendidikan Ani Idrus (YPAI) yang telah menjembatani agar kegiatan dalam rangka memeriahkan HPN 2023 ini terlaksana.

“Ini sangat bagus dan peserta banyak baik luring maupun daring. Kegiatan ini juga dalam menyemarakkan HPN 2023, di mana Sumut jadi tuan rumah dan STIK-P Medan diberi kepercayaan melaksanakan even besar ini,” kata Sakhyan.

Dalam paparannya, Hendrayana mengingatkan peserta agar memahami dan mengetahui rambu-rambu saat berselancar di medsos. Karena sering sekali orang tidak memerhatikan hingga akhirnya tersandung hukum dan terjerat UU ITE.

“Kerena banyak sekali aturan hukum terutama UU ITE untuk menjadi perhatian bagi teman-teman untuk tidak boleh menyinggung mencemarkan nama baik seseorang, unsur SARA dan sebagainya,” kata Dia.

Menurutnya ini penting, mengingat banyak sekali kasus yang selama ini bermunculan terkait dengan orang kurang bijak dalam posting atau membikin konten, sesuatu yang bisa menimbulkan permasalahan hukum terutama untuk pencemaran nama baik.

“Untuk hal ini harap dihindari, mari kita bijak dalam berinteraksi di media sosial,” ungkapnya.

Sementara Priyambodo RH berbicara tentang menelaah medsos menuju pemilu cerdas. Disebutkan, peserta pemilu 2024 mendatang sebanyak 60 persen terdiri atas kalangan muda dari usia 17-40 tahun.

Namun sangat disayangkan, isu politik bagi kalangan muda sangat tidak populer. Pria berkumis ini menyebutkan tak satu pun di antaranya tren pencarian masyarakat sepanjang 2022 terkait soal politik. Justru yang sangat tren itu adalah minyak goreng, Bunda Corla, gempa bumi, Farel Prayoga, dan Kanjuruhan.

Diingatkan, mahasiswa harus mengenal berita baik dan perusahaan pers serta wartawan yang kompeten. Tujuannya adalah mahasiswa lebih melek pada isu-isu sekitarnya terutama tentang politik.

“Politik ini menentukan nasib bangsa dan teman-teman sekalian. Diharapkan, keterlibatan di bidang informasi, karena ada yang namanya peta kerawanan dibaca oleh BIN, KPU, dan Bawaslu. Kerawanan itu cukup tinggi di bidang intimidasi, maksudnya menjelek-jelekkan peserta pemilu, parpol, dan calon legislatif,” ujarnya.

Kedua, sebut dia, ada unsur SARA digunakan atau politik identitas, yang mana diharapkan dengan adanya kegiatan ini para mahasiswa bisa tau dan hindari.

“Yang tidak kalah pentingnya adalah informasi. Jadi kita saling mengawasi sehingga ada istilah pemilu bukan sekadar angka atau menang kalah, tapi demokrasi kita bersama,” pungkasnya.

Seperti diketahui, STIK-P Medan merupakan salah satu kampus yang terkenal sebagai pencetak jurnalis handal di Provinsi Sumatera Utara. Para alumni Kampus Orange tersebut juga banyak mengisi struktur redaksi baik media cetak, elektronik, online mulai tingkat lokal hingga nasional. REL)

TEKS FOTO:
SEMINAR: Direktur Eksekutif LPDS, Hendrayana didampingi Ketua STIK-P Medan, Dr H Sakhyan Asmara MSP dan pembicara lain pada Seminar Nasional seputar Literasi Media di Medan, Kamis (2/2/2023). IST

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian