Liputan BERITA

Mas Aji, Bupati Yang Ahli Berstrategi. Siapkan Skenario Pemerintahan, Wiwit Bagong Cawabupnya, ASB Calon Ketua DPRD dan Kemal Pandu Sekkab Masa Depan? Si Gimat Kembali Pulang Kandang Sebagai Anggota Dewan

Ditulis oleh Liputan68 pada 13 Maret 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com- Bupati Pacitan, Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji, memang ahli dalam berstrategi.

Ia, tak hanya piawai dalam mengendalikan roda pemerintahan. Namun juga punya taktik jitu dalam menata skenario perpolitikan, seperti pamannya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Jelang perhelatan Pilbup serentak ini kali, beragam spekulasi terus menguar. Tak terkecuali siapa pasangan calon wakil bupati pendamping Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji, Red).

Meski belum pasti, namun seiring mencuatnya gambar pasangan Aji-Wiwit (Rakhman Wijayanto) saat H-1 Ramadhan 1445 Hijriah lalu, seakan mengisyaratkan sebagai sinyal kuat kalau di Pilbup 27 November nanti, Mas Aji akan pecah kongsi politik dengan Wabup Gagarin dan berduet bersama Rakhman Wijayanto atau yang lebih populer dengan nama panggilan Wiwit Bagong tersebut.

Lantas kenapa harus Wiwit Bagong yang kemungkinan akan di pinang Mas Aji sebagai bakal calon wakil bupati? Pertanyaan ini terus mengemuka seiring mencuatnya gambar pasangan Bupati Aji bersama caleg terpilih dari Dapil Pacitan-Pringkuku tersebut.

Yang pasti, Bupati Aji menginginkan pasangan yang punya loyalitas tinggi, dan tidak punya ambisi besar menjadi “matahari kembar” dalam pemerintahan kedepannya. Harapan itu, ada pada diri seorang Wiwit Bagong.

Persahabatan mereka sudah berlangsung cukup lama. Dari mulai menjabat sebagai Kepala Desa Arjowinangun, sampai akhirnya Wiwit Bagong melenggang sebagai caleg terpilih dari Demokrat pada pesta demokrasi 14 Februari lalu, dengan dukungan suara signifikan, yang hampir tembus 11 ribuan suara coblos nama

Apabila wacana itu benar terjadi, artinya Mas Aji sudah mulai menyiapkan segudang langkah untuk menata pemerintahan kedepannya.

Salah satunya, memberi ruang dan kesempatan bagi kader terbaik Demokrat yang pada Pileg lalu gagal terpilih, untuk kembali duduk sebagai anggota DPRD masa jabatan 2024-2029 dengan mekanisme pergantian antar waktu (PAW). Dia adalah Gimat.

Dukungan suara Gimat harus terlibas caleg partai lain, saat dilaksanakan konversi suara ke perolehan kursi dengan mekanisme sainte legaue.

Selain itu, Mas Aji diprediksi juga akan memberikan kesempatan kepada Sekretaris DPC Demokrat Pacitan, Arif Setia Budi atau ASB, untuk duduk sebagai Ketua DPRD.

Calon Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi
Calon Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi

ASB sendiri juga termasuk caleg berprestasi. Yakni meraup suara spektakuler di Dapil Kecamatan Kebonagung-Tulakan saat Pileg lalu. Sebelumnya, ASB juga dipercaya sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pacitan selama lima tahun berjalan ini.

Sementara soal nasib Kemal Pandu Pratikno yang sebelumnya sempat terwacanakan sebagai bacawabup Mas Aji, juga menjadi bagian skenario penataan.

Kemal yang saat ini masih menjabat sebagai Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, akan tetap duduk di jajaran jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP).

Besar kemungkinan, ia akan disiapkan oleh Bupati Aji, sebagai calon Sekkab Pacitan, setelah Sekkab Heru Wiwoho Supadi Putro purna tugas di Tahun 2027 nanti.

Terpisah, Ketua Bappilu DPC Demokrat Pacitan, Kristanto Waluyo menegaskan, terkait munculnya poster bergambar pasangan Bupati Aji dan Caleg terpilih Rakhman Wijayanto saat jelang 1 Ramadhan lalu, itu sah-sah saja.

Siapa yang membuat dan memostingnya di dunia maya, kata Kristanto, sejauh ini juga tidak jelas. “Siapa yang membuat dan memasang, juga tidak jelas. Tapi monggolah siapapun boleh berwacana ini dan itu. Sah-sah saja, itu hak mereka,” ujar Kristanto, menyampaikan tanggapan soal munculnya poster ucapan selamat datang Bulan Suci Ramadhan 1445 H, bergambar duet pasangan Aji-Wiwit, Rabu (13/3).

Hanya saja, mantan legislator periode 2004-2009 itu menegaskan, kalau saat ini Partai Demokrat belum bersikap soal cabup maupun cawabup.

Menurutnya, saat ini jajaran Partai Demokrat masih menunggu turunnya surat keputusan penetapan caleg terpilih hasil Pileg 14 Februari lalu dari KPU.

“Kemungkinan setelah itu baru akan dibahas soal pengisian alat kelengkapan DPRD. Pun terkait cabup dan cawabup,” jelasnya.

Kendati demikian, seandainya wacana duet Aji-Wiwit benar terlaksana, pihaknya juga akan memberi suport dan apresiasi tinggi. Sebab itu sudah keputusan final dari partai.

Masih di kesempatan yang sama, Kristanto kembali mengingatkan, bahwa di internal Demokrat, sebelum ada penetapan pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, akan dilaksanakan tahapan penjaringan atau konvensi.

Tahapan tersebut, merupakan ranah dewan pimpinan pusat (DPP). “Jadi bagaimana pelaksanaan konvensi itu sendiri, DPP yang akan memutuskan dengan diterbitkannya petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan,” tukas Kristanto. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian