Liputan BERITA

Duet Maut “Aji-Gagarin”, Masih Akan Berlangsung Di Pilbup Pacitan? Pengamat Pemilu: Meski Tak Dianggap, Wabup Gagarin Tak Pernah Tunjukkan Sikap Perlawanan Pada Bupati Aji

Ditulis oleh Liputan68 pada 20 April 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Aji (Indrata Nur Bayuaji) dan Gagarin, merupakan figur matahari partai lokal, yang keduanya masih ada saling ketergantungan dalam menatap perhelatan Pilbup serentak 2024.

Aji tanpa Gagarin, masih punya chance kemenangan sekalipun dengan perjuangan yang cukup berdarah-darah. Demikian juga jika Gagarin harus head to head dengan Aji, chance kemenangan juga masih terbuka.

Akan tetapi chance kekalahan juga cukup berpotensi mengingat, kekuatan politik dari sang “Maha Guru Demokrat” yaitu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang harus ia lawan.

Maka tak heran, dinamika politik belakangan ini, duet pemerintahan Aji-Gagarin yang semula sempat ada gab, namun seiring berjalannya waktu, gab-gab itu semakin terkikis dan berujung dengan kemesraan di antara keduanya.

Pengamat Pemilu di Pacitan, Berty Stevanus mengatakan, memang beberapa pekan lalu, gab antara Bupati Aji dan Wabup Gagarin, terlihat semakin kuat.

Pengamat pemilu di Pacitan, Berty Stevanus
Pengamat pemilu di Pacitan, Berty Stevanus

Maka tak salah jika banyak pengamat yang berpendapat, kalau keduanya akan “pisah ranjang” dalam menghadapi perhelatan Pilbup mendatang.

“Tapi belakangan ini, justru sebaliknya. Mereka berdua malah semakin mesra. Awal kali Aji dan Gagarin ini nampak seperti ada perpecahan. Sehingga tak heran apabila banyak yang berpendapat, kalau Bupati Aji akan meninggalkan Wabup Gagarin. Keduanya akan saling tanding di Pilbup nanti,” kata mantan Ketua Bawaslu Pacitan ini, Sabtu (20/4).

Meski demikian, ada satu hal berkesan yang menurut Berty ada pada diri seorang Gagarin. Sekalipun sudah tidak dianggap oleh Bupati Aji, namun Gagarin tidak pernah menampakan sikap perlawanan.

“Pak Gagarin ini hanya diam, tak penah memberikan pernyataan-pernyataan yang bernadakan melawan Bupati Aji. Padahal sudah menjadi rahasia umum kala itu, kalau hubungan keduanya sudah tidak harmonis lagi. Mungkin fenomena ini yang menjadi penilaian tersendiri dari elite partai masing-masing di level atas.

Bisa jadi Pak SBY sama Pak Erlangga Hartato sudah omon-omon, kalau keduanya akan dipersatukan lagi di Pilbup nanti. Dan saya berkeyakinan, masing-masing DPC dan DPD sudah diberitahu soal ini,” jelasnya.

Terkait kemunculan wacana Effendi Budi Wirawan sebagai bakal cawabup pendamping Bupati Aji, menurut Berty, cukup berat untuk bisa terwujud, seandainya masih tetap menggunakan bendera Partai Golkar.

Sebab secara de jure dan de facto, pimpinan tertinggi di DPD Golkar Pacitan adalah Gagarin. “Soal wacana Budi Sartek (nama populer Efendi Budi Wirawan, Red) sebagai bakal cawabup Mas Aji, menurut saya kok berat. Golkar itu indentik dengan Gagarin. Karena beliau Ketua Golkar definitif di Pacitan,” tutur pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris KPU Pacitan ini.

Demikian juga dengan Kemal Pandu Pratikno, yang sangat disayangkan kalau di waktu yang masih sepagi ini harus meninggalkan karir birokrasinya untuk maju sebagai bacawabup.

Dia (Kemal), lanjut Berty, adalah birokrat handal dan potensial yang masih punya kesempatan luas untuk terus berkarir di birokrasi. “Apalagi Kemal juga lulusan sekolah kedinasan kepamongprajaan. Dia masih sangat muda, kesempatan berkarirnya di birokrasi masih panjang. Eman-eman sekali kalau harus berhenti sebagai ASN dan maju sebagai cawabup,” terang Berty.

Kalaupun Demokrat harus mengambil jago internal misalnya, Rakhman Wijayanto atau lebih populis dengan nama Wiwit Bagong, yang menurutnya pas untuk dipasangkan dengan Bupati Aji. “Kalau internal yang pas ya Wiwit,” sebut dia.

Masih menurut Berty, pergerakan politik memang sangat dinamis. Hari ini atau lusa, akan banyak terjadi dinamika yang masih sulit untuk ditebak.

Kendati begitu, kalaupun Demokrat akan mengambil jago bacawabup dari kalangan birokrat, Sekkab Heru Wiwoho Supadi Putro yang dianggapnya paling tepat untuk dipasangkan dengan Bupati Aji.

“Menurut saya kalau Mas Aji mau ambil dari lingkungan birokrat, ya Pak Heru Sekda yang lebih pas dan beliau kan sudah senior di birokrasi, terlepas dari kekurangan dan kelebihan beliau,” pungkasnya. (Red/yun).

 

 

 

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian