Ini Janji dan Komitmen Edy Rahmayadi untuk Kota Tanjung Balai
TANJUNG BALAI — LIPUTAN68.COM — Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Edy Rahmayadi, menyiapkan gagasan pengelolaan kawasan pesisir laut di Kota Tanjung Balai lewat cara sedimentasi.
Upaya itu menurut Edy bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Tanjung Balai yang menggantungkan hidup pada hasil laut.
“Saya ingin Tanjung Balai ini menjadi kota kehidupan sejahtera bagi masyarakat,” ujarnya saat kampanye tatap muka dengan ratusan masyarakat di Kecamatan Teluk Nibung, Kamis (24/10) sore.
Semasa menjabat gubernur Sumut periode 2018-2023, dirinya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp21 miliar pada 2021 untuk melakukan pengerukan pasir dalam laut di perbatasan atau muara antara laut dan sungai di Kota Tanjung Balai.
“Saya sudah mau menyewa kapal, untuk menyedot pasir itu. Saya beritahu anggaran tahun 2021, Rp21 miliar biayanya,” ujar mantan Pangkostrad ini.
Edy Rahmayadi mengatakan rencana baik untuk nelayan itu harus diurungkan, karena kedatangan tamu tidak diundang yakni pandemi Covid-19, sehingga anggaran tersebut dialokasikan ke penanganan Covid-19 di Sumut.
“Menguras atau sedimentasi, seharusnya disedot, jadi pas nelayan kalau keluar, dari sungai dia (nelayan) bisa jalan (kapal nelayan) tidak kandas. Jadi kuala (muara) itu harusnya bisa diatur. Itu tempo hari kita lakukan. Tapi anggaran harus dialokasikan ke Covid-19,” ujarnya.
Penataan pesisir laut bertujuan mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir. Edy Rahmayadi berkeinginan agar nelayan dapat melaut untuk mencari ikan dengan lancar. Karena bila air laut tidak pasang kapal nelayan kandas dan tidak bisa mencari ikan.
“Dengan melimpahnya hasil laut ini bisa mendorong kesejahteraan nelayan di Tanjung Balai ke depannya. Disini pemerintah harus hadir,” katanya.
Bersama pasangannya, Hasan Basri Sagala, jika terpilih di Pilgub Sumut 2024, komitmen menyiapkan asuransi kepada nelayan yakni BPJS Ketenagakerjaan, seperti dilakukannya di periode sebelumnya. Program ini sudah mengikutsertakan ribuan nelayan di Sumut.
“Baik ke depannya seperti di Belawan, sudah ada pegang asuransi (BPJS Ketenagakerjaan), nanti ditangani Pemprov Sumut, saya bekerja untuk rakyat,” imbuh Edy.
Program lain seperti penataan infrastruktur di Kota Tanjung Balai, salah satu penanganan banjir rob di kota itu pun, telah Edy siapkan sehingga kehidupan masyarakat terbebas dari banjir rob tersebut.
“Kita harus tata semuanya Kota Tanjung Balai, harus berkoordinasi antara gubernur dan wali kota Tanjungbalai. Saya ingin beresi ini, ketika banjir rob naik. Kalau diamankan begitu terus, berkudis di sini,” bebernya.
Dengan keterbatasan APBD Kota Tanjung Balai sebesar Rp65 miliar, Edy Rahmayadi mengatakan diperlukan kerjasama antara Pemprov Sumut dan Pemko Tanjung Balai dalam penataan kota tersebut.
“Yang pastinya tidak bisa berbuat apa-apa karena (anggaran) Rp65 miliar. Di seberang sana Malaysia sudah berkembang. Saya ingin membenahi tanjung (laut) itu, baru balai kita benari, baru bisa tidur enak kita,” ujar Edy Rahmayadi.
Di sektor pendidikan, Edy mengatakan rata-ratanya masyarakat bersekolah 9,6 tahun yang lulus SMP. Sehingga ke depan mendorong pendidikan di Kota Tanjung Balai lulus SMA dan SMK atau 12 tahun. Ia juga menyiapkan dalam program prioritas pendidikan, seperti akan membangun SMK Perikanan hingga SMK Kesehatan.
“Termasuk saya lakukan penambahan dokter spesialis dan perbaikan rumah sakit daerah di Kota Tanjung Balai. Peningkatan sekolah umum dan sekolah agama. Mari kita jadikan Kota Tanjung Balai religius. Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau kita tidak bersatu, semua bisa kita kerjakan bersama,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan