Hari Pramuka, Momentum Menguatkan Wawasan Kebangsaan dan Memperkokoh Persatuan. Begini Penuturan Kepala Bakesbangpol Pacitan, H. Turmudi
Pacitan,Liputan68.com-Hari Pramuka menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan, menumbuhkan kecintaan terhadap Tanah Air, sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan, Turmudi, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Pramuka, menurutnya, bukan sekadar wadah untuk belajar keterampilan dan kegiatan kepanduan, tetapi juga ruang pendidikan karakter yang menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, serta akhlak.
“Gerakan Pramuka memiliki nilai yang sangat kuat dalam membentuk generasi bangsa. Anak-anak muda tidak hanya diajarkan menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungannya,” ujar Turmudi, Jum’at (14/8).
Menurut dia, semangat kepramukaan juga selaras dengan upaya menanamkan cinta Tanah Air. Kecintaan terhadap Indonesia tidak cukup diwujudkan melalui penghormatan terhadap simbol-simbol negara, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, menaati aturan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Nilai-nilai tersebut, lanjut Turmudi, memiliki keterkaitan erat dengan Pancasila. Dasa Darma Pramuka menjadi pedoman moral yang sejalan dengan nilai ketakwaan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, gotong royong, hingga keadilan sosial.
Di tengah Indonesia yang dibangun dari keberagaman suku, agama, bahasa dan budaya, Pramuka juga menjadi ruang belajar yang sangat penting untuk merawat persatuan. Dalam kegiatan kepramukaan, setiap anggota didorong untuk bekerja sama, saling menghargai dan mengesampingkan perbedaan latar belakang.
“Persatuan tidak lahir dari keseragaman, tetapi dari kemampuan kita untuk hidup berdampingan, saling menghargai dan bekerja sama dalam keberagaman. Semangat itu harus terus ditanamkan kepada generasi muda,” katanya.
Semangat kepramukaan juga dapat diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Prinsip “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” bukan sekadar semboyan, melainkan panggilan untuk hadir dan memberikan manfaat melalui kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, penanganan kebencanaan, maupun berbagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Turmudi menambahkan, penguatan wawasan kebangsaan sejak dini juga menjadi bagian penting dalam membentengi generasi muda dari radikalisme dan intoleransi. Dengan memiliki pemahaman yang kokoh terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Karena itu, Hari Pramuka hendaknya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut perlu menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa turut ditentukan oleh karakter generasi mudanya.
“Kalau sejak dini generasi muda memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, mencintai Tanah Air, menghormati keberagaman dan memiliki kepedulian sosial, maka mereka akan menjadi kekuatan penting dalam menjaga keutuhan NKRI,” tutur mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga ini.
Api semangat Pramuka diharapkan terus menyala, tidak hanya di tengah kegiatan latihan dan perkemahan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—menjadi energi positif untuk mengabdi, bergotong royong, menjaga persatuan, dan merawat Indonesia dalam keberagamannya.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan