Pendaftaran Gelombang II Fakultas Hukum UMTS Masih Dibuka, Kesempatan Kuliah bagi Pekerja dan Umum
PADANGSIDIMPUAN – LIPUTAN68.COM – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) kembali membuka pendaftaran mahasiswa baru Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran dibuka mulai 1 September hingga 30 September 2026.
Kesempatan ini terbuka bagi masyarakat yang sudah bekerja maupun yang belum bekerja dan memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya mengambil program studi hukum.
Dekan Fakultas Hukum UMTS, Sutan Siregar, SH., MH., mengatakan bahwa Fakultas Hukum UMTS menyediakan dua jalur perkuliahan, yakni jalur reguler dan jalur mandiri.
“Untuk jalur mandiri, perkuliahan dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu. Metode pembelajarannya terdiri dari delapan kali pertemuan secara online dan delapan kali secara offline,” ujar Sutan Siregar kepada Liputan68.com, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, sistem perkuliahan jalur mandiri sangat membantu, khususnya bagi mahasiswa yang telah bekerja. Mahasiswa cukup mengikuti perkuliahan dua kali dalam seminggu sehingga dapat menyesuaikan dengan aktivitas pekerjaan masing-masing.
“Bagi yang sudah bekerja tentu jalur mandiri ini sangat membantu, karena perkuliahannya hanya dua kali dalam seminggu. Jadi, pekerjaan tetap bisa berjalan dan pendidikan juga bisa dilanjutkan,” katanya.
Sutan menjelaskan, perkuliahan secara efektif akan dimulai pada Oktober 2026. Ia mengajak masyarakat, khususnya ASN maupun non-ASN yang belum memiliki gelar sarjana, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan segera mendaftarkan diri.
Ia menegaskan, melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bukan semata-mata untuk memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, pemahaman terhadap ilmu hukum juga sangat penting dalam kehidupan masyarakat di era modern.
“Bukan hanya sekadar meraih gelar. Ilmu hukum juga sangat penting untuk dipahami. Ada istilah, kenali hukum dan jauhi hukum. Artinya, dengan memahami hukum kita dapat mengetahui hak dan kewajiban serta menghindari perbuatan yang bertentangan dengan aturan,” jelasnya.
Menurut Sutan, faktor usia juga tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan. Bahkan, sejumlah mahasiswa jalur mandiri yang sudah berusia cukup matang tetap memiliki semangat untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Usia bukan menjadi masalah. Yang paling penting adalah kemauan untuk belajar. Apalagi saat ini dalam banyak lowongan pekerjaan, salah satu persyaratan yang dibutuhkan adalah memiliki ijazah sarjana,” ungkapnya.
Dari sisi biaya, Sutan menyebutkan bahwa biaya kuliah di UMTS relatif terjangkau sehingga diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Selain itu, Fakultas Hukum UMTS juga didukung tenaga pengajar yang profesional dan berpengalaman. Sejumlah dosen memiliki latar belakang praktisi hukum, termasuk advokat yang telah berpengalaman dalam bidangnya.
“Dosen-dosen hukum kita banyak yang profesional dan berpengalaman. Ada yang berlatar belakang advokat dan sudah matang dalam praktik hukum,” katanya.
Dari sisi fasilitas, Fakultas Hukum UMTS juga terus melakukan peningkatan. Ruang perkuliahan telah dilengkapi pendingin ruangan (AC) serta didukung gedung baru.
Selain itu, tersedia area parkir yang cukup luas untuk menunjang kenyamanan mahasiswa dan civitas akademika.
Sutan kembali mengajak masyarakat yang ingin meningkatkan pendidikan maupun karier untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan pendaftaran Gelombang II tersebut.
“Bagi ASN, non-ASN, maupun masyarakat umum yang belum sarjana dan ingin mengambil jurusan hukum, silakan segera mendaftar. Yang penting ada kemauan untuk melanjutkan pendidikan,” pungkasnya.
(Saad)

Tinggalkan Balasan