Liputan BERITA

Mutasi Pejabat Pemkab Pacitan Mengemuka, Sejumlah Eselon III Disebut Masuk Radar JPTP

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 31 Agustus 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Usai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dinamika birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali menjadi perbincangan.

Kasak-kusuk mengenai kemungkinan rotasi, mutasi, hingga promosi sejumlah pejabat mulai terdengar di kalangan internal pemerintahan. Sejumlah pejabat administrator, khususnya yang berada pada jenjang eselon IIIA seperti sekretaris dinas, camat, dan kepala bagian (Kabag), disebut-sebut masuk dalam radar pengisian sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP).

Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa saja yang akan bergeser maupun menempati jabatan tertentu. Nama-nama yang beredar masih sebatas perbincangan internal dan sangat mungkin berubah seiring proses penilaian serta kebutuhan organisasi.

Salah satu nama yang mulai mencuat adalah Abdul Malik Gus Mida, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda). Pengalamannya sebagai pejabat administrator disebut menjadi salah satu modal untuk dipertimbangkan melangkah ke jenjang JPTP.

Nama lain yang cukup santer diperbincangkan adalah Luthfi Azza Azizah, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Ia disebut memiliki peluang untuk mengisi posisi Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kemudian ada Mandiego, Kepala Bagian Umum, yang juga disebut masuk dalam bursa promosi untuk menduduki posisi Asisten Administratif Umum.

Sementara Hesti Suteki, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama, turut disebut memiliki kans untuk menempati posisi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Nama berikutnya adalah Sigit Prabowo, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Ia disebut-sebut berpeluang mendapat promosi untuk menduduki posisi Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

Dari jajaran kewilayahan, nama Widhi Kusumaningtyas, Camat Pringkuku, juga mulai menjadi perbincangan. Camat yang akrab disapa Tyus tersebut disebut memiliki peluang untuk menapaki jenjang JPTP.

Rekam jejaknya dalam mengelola pemerintahan di tingkat kecamatan menjadi salah satu pertimbangan yang diperbincangkan. Termasuk keterlibatannya dalam penyelenggaraan Festival Ronda Thethek 2026 yang dinilai menunjukkan kapasitas dalam menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus mengelola kegiatan yang memiliki dimensi sosial dan kebudayaan.

“Pengalaman Festival Ronda Thethek 2026 menjadi salah satu penilaian terhadap Tyus sehingga memiliki peluang naik jabatan. Selain memang yang bersangkutan layak dan memiliki rekam jejak secara meritokratif untuk naik jabatan,” ujar sumber internal, Senin (31/8).

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan modern, promosi jabatan semestinya tidak semata-mata dipandang sebagai pergantian posisi administratif.

Lebih jauh, setiap proses pengisian jabatan harus mampu menempatkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, integritas, dan kebutuhan organisasi sebagai pertimbangan utama.

Prinsip meritokrasi menjadi penting agar setiap pejabat yang memperoleh amanah baru benar-benar memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan jabatan yang diembannya. Dengan demikian, rotasi dan promosi tidak sekadar menjadi dinamika birokrasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas pelayanan publik.

Terlebih, jabatan pimpinan tinggi pratama memiliki tanggung jawab strategis dalam menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program pemerintahan. Karena itu, kecocokan antara kompetensi pejabat dengan karakteristik jabatan menjadi bagian penting yang idealnya tidak boleh diabaikan.

Di sisi lain, isu mutasi dan promosi yang beredar di lingkungan Pemkab Pacitan tersebut masih perlu menunggu proses resmi. Sebab, keputusan akhir tentu harus melalui mekanisme dan tahapan sesuai ketentuan manajemen aparatur sipil negara (ASN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan yang juga Ketua Tim Penilai Kinerja ASN, yang sebelumnya dikenal dengan istilah Bapperjakat, Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, hingga berita ini ditulis belum dapat dimintai konfirmasi.

Padatnya agenda kedinasan menjadi alasan belum diperolehnya keterangan resmi terkait kabar rotasi dan promosi tersebut.

Dengan demikian, nama-nama yang saat ini beredar masih berada dalam ruang spekulasi dan dinamika internal birokrasi. Publik tentu masih menunggu siapa yang pada akhirnya dipercaya mengisi jabatan-jabatan strategis tersebut.

Satu hal yang pasti, jika proses pengisian jabatan benar-benar dilakukan, harapannya keputusan tersebut dapat melahirkan konfigurasi birokrasi yang semakin profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, promosi jabatan bukan sekadar tentang siapa yang naik posisi, melainkan tentang siapa yang paling siap mengemban tanggung jawab dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat Pacitan.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian