Liputan BERITA

Sekretaris JMSI Lampung Sampaikan Materi Dalam Workshop Penulisan Fiksi HUT Ke-11 Kabupaten Pringsewu

Ditulis oleh Liputan68 pada 19 Februari 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Peingsewu-Lampung, LIPUTAN68.COM | Sekretaris Jaringan Media Siber (JMSI) Lampung Adolf Ayatullah Indrajaya menjadi pembicara pada workshop penulisan fiksi dalam rangkaian HUT ke-11 Kabupaten Pringsewu.

Bung Dolop, sapaan Adolf ini menegaskan kalau menulis merupakan skill yang memiliki teknik dan aturan yang jika dilatih berulang-ulang akan semakin mahir.

BACA JUGABupati Eddy Berutu Teken MoU Dengan BPJS Tenaga Kerja, Perangkat Desa Di Dairi Dijamin Asuransi

“Menulis bukan hanya bakat, tapi juga skill yang harus dilatih agar semakin bagus,” ujar koordinator Kagama Writing Club itu.

Selain Bung Dolop, workshop juga menghadirkan Direktur Lamban Sastra Agusri Junaidi dan novelis muda asal Pringsewu, Aditya Yudis.

BACA JUGAPembukaan Jalan Desa Harapan Tanah Pinem Diharapkan Mampu meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB)
Kabupaten Pringsewu menggelar workshop tersebut di Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Selasa (18/2/2020).

Para siswa SMP, SMA dan mahasiswa kabupaten tersebut turut hadir dalam acara yang dibuka Asisten Bidang Ekubang John Drawadi SE, MM dan Rektor Umpri sekaligus Ketua Koalisi Pendidikan Drs Wanawir AM, MM, MPd dan Warek Fatoni MM.

BACA JUGAPW Mathla’ul Anwar Sumut Mendukung Pemberdayaan Guru Madrasah Melalui Program GARDA KAGUM Kemenag

Hadir pula Sekretaris Dinas Drs Sunargianto MPd dan Kabid Pengendalian Penduduk dan Penggerakan Hani Lina Nadwa, SIP, MIP beserta jajaran staf.

Dalam pelatihan, Aditya memaparkan teknik penulisan dan tips supaya karya tulis bisa diterima masyarakat hingga diterbitkan.

BACA JUGAGalian C Pada Bulan Ramadhan Resahkan Masyarakat Di kecamatan Pegajahan

“Bisa mulai dari platform di beberapa aplikasi penulisan. Saat ini banyak novel-novel yang diterbitkan awalnya dirilis di sana dan mendapat respon baik dari pembaca,” urai penulis novel berjudul “Potret” dan beberapa novel lain yang diterbitkan oleh Gramedia, Mizan dan lain-lain penerbit.

Di tempat yang sama, Agusri juga membacakan puisinya dan mengulas soal teknik penulisan puisi.

BACA JUGAPurna Bakti ASN Di Pacitan Dukung Pencalonan Gagarin Sebagai Cabup. Patahkan Paradigma, Tak Semua Jago Demokrat Dan SBY Mampu Mengelola Pemerintahan?

“Puisi itu harus menjadi impersonal dan memberi pengaruh kepada orang banyak,” ujar Gusjun, panggilan akrabnya.

Dalam sesi dialog, audiens antusias mengulas teknik penulisan fiksi dan berinteraksi dengan ketiga narasumber.

BACA JUGAHarga Telur Melangit, Harga Cabe Anjlok

Mahasiswa Umpri, Faradilla meminta supaya komunitas literasi bisa dibentuk sehingga kegiatan ini memiliki tindak lanjut yang positif. “Kita meminta supaya ada follow-up, semoga pihak kampus dan pemerintah bisa memfasilitasinya,” harap dia. /LPT

Editor ; Eno

BACA JUGASatu Pasien Penderita Malaria asal Asahan Dinyatakan PDP Covid-19

 

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian