Purna Bakti ASN Di Pacitan Dukung Pencalonan Gagarin Sebagai Cabup. Patahkan Paradigma, Tak Semua Jago Demokrat Dan SBY Mampu Mengelola Pemerintahan?
Pacitan, Liputan 68.com-Dukungan terhadap wacana pencalonan Wabup Gagarin sebagai bakal calon bupati, di perhelatan Pilbup serentak di Kabupaten Pacitan, terus meluas.
Salah satunya datang dari purna bakti aparatur sipil negara (ASN), Hadi Subowo. Sebagai mantan pejabat di lingkungan Pemkab Pacitan, Bowo, begitu ia akrab disapa menegaskan, kalau kemampuan Gagarin tidak diragukan lagi.
“Kemampuan Gagarin tidak pernah kita ragukan,” kata mantan Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pacitan ini, Ahad (21/4).
Menurut Bowo, justru yang menjadi pekerjaan rumah (PR) saat ini, bagaimana bisa merubah paradigma politik masyarakat, untuk tidak memilih kucing dalam karung yang ia tengarai masih menjadi budaya pada pemilihan kepala daerah di Pacitan di dua dekade penyelenggaraan pemilu. Itu lantaran kuatnya patron politik yang dibangun oleh Partai Demokrat.
Ia juga berpendapat, hampir di dua dekade masa pemerintahan bupati di Pacitan, masyarakat masih terbuai oleh image yang dibangun Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), siapapun yang dicalonkan Demokrat pastilah jadi.
“Yang perlu kita pikirkan bagaimana membangun kepercayaan masyarakat yang cerdas untuk memilih calon bupati dengan istilah peribahasa, jangan memilih kucing dalam karung.
Terbukti selama ini kita terbuai dengan image SBY, siapapun yang dicalonkan Demokrat pastilah jadi. Namun kenyataan tidak semua calon yang dipersiapkan oleh Demokrat dan SBY memiliki kemampuan dalam mengelola pemerintahan khususnya di Kabupaten Pacitan,” jelasnya.
Berangkat dari sekilas uraian diatas, mungkin tak salah jika beberapa elemen masyarakat menyampaikan wacana bakal calon wabup, yang akan dipasangkan dengan Bupati Indrata Nur Bayuaji, di Pilbup mendatang. Hal tersebut disampaikan, guna memberikan dukungan terhadap pemerintahan Bupati Aji (Indrata Nur Bayuaji) kedepannya.
Sebab, harus diakui bila Demokrat hampir bisa dipastikan akan kembali memunculkan nama keponakan SBY tersebut di kancah Pilbup mendatang.
Seperti misalnya Ketua Pemuda Muslimin Indonesia (PMI), Khoirudin Affandi, yang berharap Kemal Pandu Pratikno sebagai bacawabup pendamping calon bupati petahana, Indrata Nur Bayuaji.
Menurutnya, selain muda dan energik, Kemal dipandang punya pengalaman dan kemampuan di pemerintahan. Disamping itu, dukungan politik masyarakat terhadap pejabat alumni sekolah kedinasan kepamongprajaan itu, juga cukup luas dan kuat.
Disisi lain, Pengamat Pemilu Berty Stevanus juga berpendapat, agar pemerintahan Bupati Aji kedepan lebih mumpuni, tak salah jika seandainya memilih jago cawabup dari lingkungan birokrat. Yaitu Sekkab Heru Wiwoho Supadi Putro.
Atau juga Rakhman Wijayanto, yang pada Pileg 14 Februari lalu berhasil meraup suara coblos nama sangat signifikan.
Sekkab Heru, kata Berty punya segudang pengalaman di pemerintahan. Terlepas kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri seorang Sekkab Heru Wiwoho.
Demikian juga dengan Rakhman Wijayanto atau lebih populis dengan panggilan Wiwit Bagong, yang punya dukungan akar rumput sangat kuat. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan