oleh

Terindikasi Tidak Ditenderkan, Jasa Kebersihan Gedung Setkab Lampung Selatan Berpotensi Menjadi Masalah

Kalianda-Lampung, JBM.CO.ID | Selain diduga melanggar UU Ketenagakerjaan, disinyalir Kegiatan Pelaksanaan Kebersihan Gedung Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab Lamsel) tahun anggaran 2019 senilai Rp768.000.000, – dilaksanakan dengan pengadaan langsung atau dilakukan tanpa melalui proses tender.

Dari hasil investigasi, pelaksanaan kegiatan tersebut tidak tertera di LPSE Lampung Selatan maupun Provinsi Lampung untuk sistem pengadaan barang dan jasa APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2019. Diduga, kegiatan tersebut dikelola sendiri oleh pihak-pihak terkait demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Ketua Ikatan Kemuakhian Masyarakat Lampung (Ikam Lampung), Ruli Hadi Putra mengaku geram. Menurutnya, jika kegiatan pelaksanaan kebersihan gedung sekretariat Pemkab Lamsel tahun anggaran 2019 senilai Rp768. 000.000,- tersebut dilaksanakan tanpa melalui proses tender, maka patut diduga telah terjadinya penyimpangan.

“Tidak dibenarkan, jika kegiatan baik APBD maupun APBN dengan nilai diatas 200 juta dalam pelaksanaannya tanpa melalui proses tender. Artinya kegiatan itu telah menabrak Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa. Dimana didalam perpres ditegaskan, kegiatan dengan nilai diatas Rp200 juta wajib dilakukan tender. Sedangkan pengadaan langsung atau penunjukan langsung adalah kegiatan yang bernilai paling banyak Rp200 juta,” ungkap Ruli, Jumat 28 Februari 2020.

Liputan JUGA  KAPOLSEK BUSUNGBIU KASIH NASI TUMPENG KE KORAMIL BUSUNGBIU

Tender, terus Ruli, adakah sistem jual beli yang dilakukan suatu pihak dengan cara mengundang vendor (penjual atau penyedia) untuk mempresentasikan harga dan kualitas yang dibutuhkan.

“Harga dan kualitas yang terbaiklah yang nantinya yang akan menjadi pemenang. Artinya, kegiatan yang dilakukan dengan tender akan menghasilkan produk yang kompetitif, baik harga maupun kualitasnya,” imbuh Ruli.

Menurut warga Kecamatan Kalianda ini, dari pantauannya perusahaan pelaksana yang ada jauh dari kata profesional. Hal ini dapat terlihat dari peralatan perlengkapan kebersihan semuanya manual. Tidak ada alat bantu modern yang digunakan oleh para pekerja.

“Bisa sama-sama kita lihat, tidak ada alat bantu kebersihan yang modern, tidak ada vakum cleaner ataupun alat yang menunjang untuk membersihkan. Dan hampir semua (peralatan) sudah tidak layak pakai. Masa iya anggaran kegiatan yang hampir mencapai semilyar, seperti vakum dan alat-alat canggih lainya tidak terbeli. Seharusnya itu semua sudah menjadi tanggung jawab perusahaan pelaksana, bukan lagi jadi beban satker,” tukasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.