DENPASAR-LIPUTAN68.COM – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan keprihatinannya atas kontraksi ekonomi yang sudah memasuki triwulan ketiga akibat pandemi Covid-19 yang belum juga menampakkan kelandaiannya.
Hal ini serta merta mengakibatkan perekonomian rakyat semakin terpuruk karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa perekonomian Bali sebagian besar bertumpu pada tingkat kunjungan pariwisata. Walaupun begitu, Wagub Cok Ace terus mendorong upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan sejumlah pihak, seperti salah satunya kegiatan Karya Kreatif Indonesia seri-2 yang diprakarsai Bank Indonesia.
Pada kesempatan ini Wagub Cok Ace mengajak semua pihak untuk meningkatkan kerjasamanya dalam membangkitkan ekonomi kecil mikro dan menengah. Selain itu pihaknya juga mendorong agar seluruh masyarakat Bali mulai menumbuhkan kecintaannya terhadap produksi lokal baik itu kebutuhan sandang ataupun pangan.
“UMKM memberi dampak positif karena secara aktif terus berupaya untuk tumbuh dan berkembang dalam rangka menopang perekonomian rakyat. Wabah pandemi menimpa seluruh dunia sehingga terjadi perubahan pergerakan globalisasi menjadi gerakan yang hanya memikirkan internal kondisi didalam negerinya saja. Mari bersama kita bangkit dan gunakan kondisi ini sebagai momentum yang tepat untuk kembali pada prinsip bagaiamana berdikari secara ekonomi yang sesungguhnya, dan dapat memanfaatkan kondisi akibat Covid-19 ini untuk mampu menumbuhkan kecintaan kita terhadap produk lokal Bali. Menggunakan produksi sendiri dan mengkonsumsi olahan makanan kita sendiri,” ungkap Cok Ace seperti dilansir Humas Pemprov Bali.
Dengan mengangkat tajuk “Bali Jagadhita Culture Week” kegiatan yang dilaksanakan selama tiga (3) hari mulai tanggal 7-9 ini diharapkan mampu menjual produk lokal secara virtual kepada pihak luar baik luar negeri ataupun dalam negeri. Layaknya pada pelaksanaan Karya Kreatif Indonesia seri-1 yang mampu meraih total penjualan terbesar seluruh Indonesia. Dari 34 Provinsi di Indonesia, UMKM binaan Bank Indonesia mampu meraih penjualan sebesar Rp 700 juta dalam jangka waktu tiga hari.
