Liputan BERITA

Kenangan Kue Cucur SBY, Yang Saat Ini Diabadikan Sebagai Nama “Warung Cucur SBY” Di Kawasan JLS Pacitan

Ditulis oleh Liputan68 pada 8 Juli 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Berbagai kisah unik masih terus melekat dihati sebagian masyarakat di Pacitan, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih menjabat sebagai orang nomor satu di negara ini.

Seperti yang dikisahkan oleh Bu Purwani, salah seorang pedagang kue cucur yang beralamatkan di Dusun Kebon, Desa Karanganyar, Kecamatan Kebonagung.

Meski peristiwa unik yang dialaminya sudah berjalan puluhan tahun silam, namun sampai detik ini masih begitu berkesan dan menjadi nostalgia indah yang tak akan pernah terlupakan.

Saat ditemui media di warung miliknya yang berlokasi di tepi jalur lintas Selatan (JLS), wanita 45 tahun ini mengisahkan, sekira Tahun 2010 silam, ia sempat dihubungi salah seorang pegawai Pemkab Pacitan dan memesan beberapa potong kue cucur.

“Kala itu ada pegawai Pemkab Pacitan yang kesini dan memesan beberapa potong kue cucur. Katanya, kue cucur itu dibuat suguhan untuk Pak SBY yang kabarnya mau berkunjung ke Pacitan,” kata Bu Purwani, Sabtu (8/7).

Selang tak lama kemudian, pegawai yang memesan kue cucur kembali datang ke warungnya dan bercerita kalau Pak SBY sangat suka dengan kue cucur tersebut.

Bu Purwani mengaku sangat sumringah ketika kue cucur yang biasa dijualnya setiap hari ternyata sangat disuka oleh Presiden SBY kala itu. “Sebenarnya yang membuat kue cucur itu Mbak Yu (kakak) saya. Namanya Suryani. Hanya saja, untuk penjualannya di pasrahkan ke saya,” jelasnya.

Dulu kala, lanjut Bu Purwani, sebelum membuka warung yang dinamainya sebagai “Warung Cucur SBY” , ia menitipkan kue dagangannya dibeberapa warung makan yang ada di Pacitan. “Sejak ada pemesanan dari pegawai pemda tersebut, akhirnya saya berinisiatif membuka warung sendiri dan saya namai ‘Warung Cucur SBY. ‘

SBY sebenarnya singkatan dari Suryani Bambang Yahood. Tapi jujur singkatan SBY karena kue cucur ini pernah disantap oleh Pak Presiden SBY saat berkunjung ke Pacitan. Sedangkan Bambang, itu nama kakak ipar saya,” jlentrehnya mengenang peristiwa berkesan, yang dialaminya bersama SBY dan kue cucur dagangannya.

Sejak itu, Purwani semakin bersemangat untuk terus menjual kue cucur dan bahkan kian hari kian laris. Dalam sehari, ia mengaku bisa menjual lebih dari 100 potong. Setiap satu potong kue cucur, ia hargai sangat murah, yaitu Rp 1.000.

Malah sekarang, di warungnya ia juga menyediakan berbagai menu masakan lainnya. Seperti wedang ronde, lotek, kupat tahu dan bermacam gorengan.

“Sekarang Pak SBY sudah pensiun jadi Presiden. Tapi kami masih sangat rindu dan bangga sama beliau. Semoga kelak akan ada lagi putra daerah dari Pacitan yang bisa menjadi presiden dan bisa mencicipi lagi kue cucur,” harap Bu Purwani. (Red/yun)

Bu Purwani dengan kue cucur yang pernah disantap Presiden SBY saat berkunjung ke Pacitan.
Bu Purwani dengan kue cucur yang pernah disantap Presiden SBY saat berkunjung ke Pacitan.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian