Liputan HUKUM

79 KPM PKH di Buleleng Graduasi Sejahtera Mandiri

Ditulis oleh Liputan68 pada 17 November 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Singaraja, LIPUTAN68.com – Kadis Sosial Buleleng I Putu Kariaman Putra menyatakan, hngga bulan November 2020, sebanyak 79 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di Buleleng, Bali, masuk kategori Graduasi Sejahtera Mandiri.

Kariaman menjelaskan, Dinsos Buleleng selalu mendorong KPM PKH untuk bisa menyesuaikan perkembangan jika yang bersangkutan sudah ada peningkatan perekonomian dan bisa mandiri untuk mengajukan graduasi sejahtera mandiri. Di Buleleng, sampai dengan November 2020 terdapat 79 KPM sudah Graduasi Sejahtera Mandiri. KPM PKH yang sudah masuk kategori Graduasi Sejahtera Mandiri adalah KPM yang secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial (bansos).

“Ini dikarenakan mereka sudah merasakan peningkatan taraf ekonomi yang lebih baik,” jelas Kadisso Kariaman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/11/2020).

Selain itu, ada 273 KPM yang masuk kategori Graduasi Mandiri. Graduasi Mandiri adalah KPM yang sudah dianggap mampu berdasarkan penilaian pendamping PKH dan juga aparat desa. Disebutkannya, ada juga 1.995 KPM yang masuk kategori Graduasi Alamiah. Kategori ini adalah KPM yang sudah tidak memiliki salah satu komponen bansos PKH seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial berdasarkan data yang diinput pendamping PKH di aplikasi e-PKH. Total KPM PKH di Buleleng sebanyak 27.655 KPM.

“Kita sebagai pembina PKH di kabupaten terus memotivasi KPM yang sudah ada peningkatan perekonomian agar mereka memberikan kesempatan kepada orang yang berhak dan belum mendapat kesempatan,” ucap Kariaman.

Dengan memaksimalkan bansos ataupun program pemerintah, baik itu pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pengentasan kemiskinan terus dilakukan di Kabupaten Buleleng. Sesuai dengan visi misi 12 PAS Bupati dan Wakil Bupati Buleleng yaitu salah satunya pengentasan kemiskinan, upaya-upaya maksimal selalu dilakukan. Adanya graduasi KPM PKH ini, menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan berjalan dengan baik.

“Saya harap akan ada KPM-KPM lain yang secara sukarela mengundurkan diri. Tentunya dengan peningkatan taraf hidup dan perekonomian,” sebut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Sementara itu, Supervisor PKH Kabupaten Buleleng Dewa Putu Pratama Nugraha mengungkapkan KPM Graduasi Sejahtera Mandiri selama menerima bansos, membuka atau menyelenggarakan usaha. Seperti industri, kerajinan, dan kuliner. Dari tahun ke tahun proses pendampingan dari pendamping PKH, mengalami peningkatan taraf ekonomi. Sehingga, pendamping PKH mendorong dan memotivasi KPM yang berusaha tersebut. Sampai pada akhirnya, KPM secara sukarela mengundurkan diri menjadi penerima bansos PKH. Tidak ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun terhadap KPM yang ingin mengundurkan diri secara sukarela tersebut.

“Karena mereka merasakan ada peningkatan taraf hidup dan ekonomi setelah menerima bansos baik itu dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Tidak ada paksaan sama sekali. Pengunduran diri dibuktikan dengan penandatanganan surat pernyataan pengunduran diri dari kepesertaan,” pungkasnya. frs/jmg/*

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian