Liputan KOLOM

Masa Kelahiran Pakubuwana II

Ditulis oleh Liputan68 pada 20 Juli 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum. 

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara LOKANTARA. hp. 087864404347)

A. Asal Usul Keluarga

Nama kecil Paku Buwana II yaitu Raden Mas Gusti Prabasuyasa. Lahir pada hari Selasa Pahing 23 Syawal 1634 atau 8 Desember 1711. Bertempat di Kartasura yang menjadi ibukota Mataram.

Kerajaan Mataram saat itu dipimpin oleh Sinuwun Paku Buwana I. Beliau memerintah tahun 1708 – 1719. Garwa prameswari Sinuwun Paku Buwana I bernama Kanjeng Ratu Mas Balitar. Putri Madiun ini seorang wanita yang berbudi luhur, pintar, cekatan dan produktif menulis karya sastra.

Ayahanda Paku Buwana II adalah Sinuwun Amangkurat Jawi atau Amangkurat IV. Ibunya adalah Kanjeng Ratu Kencana, putri KRT Tirtokusuma Bupati Kudus. Amangkurat adalah putra Sinuwun Paku Buwana I. Dengan demikian Paku Buwana II masih berdarah Semarang, Pati, Kudus, Madiun. Jaringan kerabat keluarga yang luas.

Garis keturunan Paku Buwana II dari pihak ibu dapat diterangkan sebagai berikut. Terlebih dulu ditelusuri asal usul keluarga.
1. Khalifah Husen putra Syekh Madi diambil menantu oleh Harya Baribin di Madura, berputra
2. Sunan Ngudhung di Kudus, berputra
3. Panembahan Kali Demak, berputra
4. Panembahan Poncowati, berputra
5. Panembahan Kudus, berputra
6. Pangeran Demang, berputra
7. Pangeran Rajungan, berputra
8. Pangeran Kudus, berputra
9. Adipati Sumodipuro, berputra
10. Adipati Tirtokusumo Kudus, berputra
11. Sinuwun Amangkurat IV, berputra
12. Sinuwun Paku Buwana II

Alur silsilah Paku Buwana II jelas kuat. Kelahiran Raden Mas Prabasuyasa memberi harapan yang gemilang bagi trah Mataram. Sinuwun Paku Buwana I begitu bahagia. Terlebih-lebih Kanjeng Ratu Mas Balitar. Cucunya ini bersinar terang yang membawa keberuntungan.

Raden Mas Prabasuyasa atau Paku Buwana II masa kanak kanaknya diasuh di lingkungan utama kraton Kartasura. Ibukota Mataram ini punya fasilitas pendidikan yang cukup memadai.

Pada tahun 1713 Raden Mas Prabasuyasa diantar ke kota Kudus. Dengan harapan Eyangnya KRT Tirtokusumo mengenalkan sejak dini kebudayaan Tajug yang diwariskan oleh Kanjeng Sunan Kudus. Sebagai trah Kudus penghayatan ini amat penting, karena Raden Prabasuyasa merupakan calon pemimpin masa depan Mataram.

B. Menempuh Pendidikan.

Sistem Pendidikan di ibukota Kartasura dipelopori oleh Kanjeng Ratu Mas Balitar. Kanjeng Ratu Mas Balitar adalah garwa dalem sinuwun Paku Buwana I. Gelar Ratu Balitar lainnya adalah Kanjeng Ratu Ibu atau Sang Aprabu Nini. Berhubung kepribadiannya yang luhur dan agung, Ratu Balitar dihormati sebagai Putri amardika jimate wong nusa Jawa.

Sikap Ratu Balitar yang bijak bestari ini mampu meredakan krisis politik yang selalu bergolak pada masa awal kerajaan Kartasura dan Surakarta. Hal ini bukan suatu kebetulan, karena beliau adalah seorang tokoh putri yang gemar akan ilmu pengetahuan.

Ratu Balitar terlibat dalam pembuatan karya sastra yang berjudul Serat Iskandar, Serat Menak, dan Serat Yusuf. Serat Iskandar masih berkaitan dengan Hikayat Iskandar Zulkarnain berbahasa Melayu yang pernah dianalisis oleh Siti Chamamah Soeratno (1991) dalam bentuk disertasi.

Serat Menak dan Serat Jusuf ini dibuat oleh Ratu Balitar di samping untuk syiar Islam juga demi kemajuan pendidikan masyarakat saat itu yang selalu menghadapi pergolakan politik. Bagi kebanyakan para putri sekarang, kiranya patut apabila mau meniru kebijaksanaan dan kepandaian Kanjeng Ratu Mas Balitar dalam menyikapi perubahan dan pergolakan di pentas kenegaraan.

Istana kraton Kartasura memberi peraturan tentang sistem pengajaran buat warga. Setiap pukul 16.00 sore sampai 20.00 malam anak wajib belajar membaca dan menulis. Bahan ajar meliputi aksara Arab dan aksara Jawa. Ditambah lagi ilmu pengetahuan umum, ketrampilan memasak, bertani, siklus musim, pasaran, pawukon, dan ilmu bumi.

Dalam bidang keagamaan diajarkan membaca kitab suci, pengertian al hadis, ijmak dan kiyas. Siroh nabawiyah atau biografi kenabian diajarkan lewat guru yang berpengalaman. Istana kraton Kartasura memberi fasilitas demi lancarnya pengajaran. Proses belajar mengajar berlangsung tertib sesuai dengan rencana dan jadwal pengajaran.

Untuk kelengkapan tata kota di alun-alun Kartasura dipasang jam guro. Setiap jam ada bunyi sebagai tanda berubahnya waktu. Terlebih-lebih mulai pukul 16.00 ada suara khusus yang menjadi tanda peringatan buat anak-anak yang wajib belajar. Bunyi itu berulang setelah berakhirnya jam pengajaran pukul 20.00. pelanggaran atas proses belajar mengajar ini mendapat sanksi. Oleh karena warga kraton Mataram tidak boleh bodoh. Terlebih-lebih generasi muda harus punya cakrawala pemikiran yang luas.

Wawasan pengajaran yang teratur itu dialami oleh Raden Mas Gusti Prabasuyasa atau Sinuwun Paku Buwana II. Raden Mas Prabasuyasa disamping mengenyam pendidikan di Kartasura dan Kudus juga mendapat pengajaran perdagangan di daerah Banyumanik Semarang. Oleh karena asal usul Sinuwun Paku Buwana I atau Pangeran Puger berasal dari Banyumanik Semarang.

Pendidikan Raden Mas Prabasuyasa atau Sinuwun Paku Buwana II pernah dilakukan di daerah Madiun. Berhubung Kanjeng Ratu Mas Balitar adalah putri Adipati Rangga Juminah Bupati Madiun. Raden Mas Prabasuyasa belajar tentang tata pertanian, pola pembibitan, pengairan, kehutanan, dan geografi gunung Lawu. Pada kesempatan ini pula Paku Buwana II terkesan adanya hidangan sega pecel Madiun. Bersamaan itu diperkenalkan pula jajan brem yang terkenal sepanjang masa.

Pengetahuan yang diperoleh dari beragam kota tersebut, membuat Raden Mas Prabasuyasa atau Paku Buwana II memiliki ilmu pengetahuan yang mendalam. Kelak berguna setelah dinobatkan sebagai Raja Mataram pada tahun 1726. Dengan gelar Sinuwun Paku Buwana II.

Perubahan besar terjadi ketika tahun 1738 Paku Buwana II merancang perpindahan ibukota Mataram dari Kartasura ke Surakarta. Perpindahan ibukota ini berhasil pada tanggal 17 Sura tahun 1745. Tentulah pemindahan ibukota ini sudah menunjukkan bahwa Paku Buwana II adalah raja yang memiliki kekayaan yang berlimpah ruah.

(LM-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian