oleh

Seorang Wartawan Di Pacitan Diusir Dan Diintimidasi Saat Liputan Pilkades PAW

Pacitan,–Seorang wartawan di Pacitan mendapat perlakuan buruk saat melakukan kegiatan jurnalistik. Bahkan, ia diusir dan disuruh menghapus foto-foto kegiatan yang telah diambilnya.

Perlakuan tidak mengenakkan itu dialami oleh Rio Ardian Permana, wartawan Inti Pos. Ia diusir saat meliput kegiatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung, di desa setempat pada Rabu (23/03/2022).

Kepada awak media, pria yang akrab disapa Tyo ini mengaku sempat ditarik-tarik oleh panitia kegiatan, agar tidak mendokumentasikan proses berlangsungnya pemilihan PAW.

“Saat saya masuk ruangan dan mengambil gambar untuk bahan berita, tiba-tiba saya ditarik oleh salah satu panitia, juga beberapa Linmas dan diminta ke luar ruangan. Lalu handphone saya disuruh buka dan disuruh hapus foto-foto hasil liputan,” ungkap Tyo, Rabu siang.

Liputan JUGA  Dari Desa ke Desa, Soekirman Bersama Relawan Perkuat Kemenangan

Dia menceritakan, sebelum diusir pihaknya sudah memperkenalkan diri lebih dulu dan mengaku dari media yang akan melakukan peliputan. Namun, dari pihak panitia tidak mengizinkan ada peliputan maupun sekadar dokumentasi kegiatan.

“Padahal saya sudah bilang dari media. Tapi panitia tidak mengijinkan ada peliputan, karena aturannya seperti itu katanya. Lalu saya tanya regulasinya, mereka bilang kalau ini sama dengan musdes, lalu saya disuruh keluar,” terangnya.

“Yang saya ambil (foto) bukan di bilik suara, tapi dipaksa dan di cek handphone saya lalu disuruh hapus foto-foto itu (kegiatan PAW). Padahal di ruangan tersebut ada ratusan bahkan bisa jadi ribuan orang yang hadir, sayangnya foto-foto sudah terhapus,” sambungnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.