oleh

Bali Harus Mendapat Perhatian Khusus, Talkshow Merah Putih: Relaksasi Berakhir, Bali Berpotensi Bangkrut

Liputan68.com | Meski diprediksi positif secara nasional pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2022, tidak demikian dengan Bali. Untuk pemulihan ekonomi Bali masih banyak kendala yang dihadapi.

Bali masih membutuhkan relaksasi dan perlakuan khusus. Situasi ini dianggap seperti bom waktu yang ketika relaksasi dicabut, kebangkrutan menghantui.

Khusus untuk menjaga Bali, Pemerintah pusat pun didesak mengambil terobosan. Perpanjangan relaksasi kredit jika bisa bergulir sampai 2025. Jika tidak, bagi para pengusaha Bali berpotensi gagal bayar dan Bali berpotensi bangkrut.

Hal ini terungkap pada Talkshow Merah Putih yang digelar oleh Kelompok Media Bali Post di Warung 63, Denpasar, Rabu (4/5). Dalam diskusi tersebut melibatkan, Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Bali Pande Agus Permana Widura, Pengamat Ekonomi Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, S.E., M.M., serta pelaku UMKM Putu Andhika Prayatna Sukma.

Liputan JUGA  Erick Thohir : Bisnis Pom Bensin Pertamina Tidak Akan Laku 20 Tahun Lagi

Sebagai para pelaku UMKM, Putu Andhika mengatakan, selama dua tahun terakhir penurunan di sektor usaha, terutama kerajinan menurun sangat drastis. Putu Andhika yang bergerak dalam kerajinan uang kepeng ini mengaku untuk kembali menjalankan usahanya banyak tantangan yang dihadapi.

Pertama terkait masalah SDM yang harus mulai lagi dari nol setelah sekian lama terdiam. Selanjutnya terkait permodalan untuk mulai produksi di tengah himpitan kewajiban dengan perbankan.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.