oleh

Dunia Mencekam, Tinggal 48 Jam Lagi Perang Dunia Ketiga, untuk Amankan Putin Rusia Dikabarkan Sudah Siap Luncurkan ‘Pesawat Hari Kiamat’ ,

Liputan68.com | Perang di Ukraina yang menghidupkan kegelisahan dunia belum pula selesai, saat ini Presiden Rusia Vladimir Putin kelihatannya kembali memacu kecemasan berakhir disebutkan jika dia bakal menginformasikan peringatan perang.

Presiden Rusia Vladimir Putin diadukan bakal kirim peringatan bernada’hari kiamat’kepada sekian banyak negara Barat saat pimpin perayaan 77 tahun kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II pada Senin (9 Mei 2022) mencatatng.

Sama seperti yang dikatakan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace sekian hari, jika Presiden Rusia Vladimir Putin diperhitungkan dapat menginformasikan perang pada 9 Mei akan datang serta memobilisasi rakyat Rusia menantang dunia.

Memperlihatkan sikap gak gentar hadapi isolasi Barat semenjak memerintah agresi ke Ukraina, Putin diskedulkan bakal menyampaikan pidato di Lapangan Merah, Moskow, sebelumnya cortege yang memperlihatkan tentara, tank, roket serta rudal balistik antarbenua diselenggarakan pada Senin (9/5) mencatatng.

Kementerian Pertahanan Rusia dalam pengakuannya mengutarakan jika spurt tempur supersonik, pesawat pengebom penting Tu-160, serta pesawat perintah’hari kiamat’Il-80 bakal mengudara di atas Katedral St Basil dalam cortege 9 Mei.

Liputan JUGA  Mahathir Mohamad : Malaysia Harusnya Klaim Singapura dan Kepulauan Riau

Rusia bakal menunjukkan persenjataan besar mereka, sementara pasukannya selalu bertarung di Ukraina dalam apa yang disebutkan Putin sebagai’operasi militer khusus’sejak 24 Februari lalu. Begitu seperti diberitakan Reuters.

Dijumpai jika itu akan jadi moment pertamanya kali pesawat perintah’hari kiamat’Il-80 mengudara semenjak tahun 2010.

Pesawat aba-aba itu bakal bawa deretan pejabat Rusia apabila terjadi perang nuklir.

Dalam jalan cerita itu, Il-80 didesain menjadi pusat aba-aba telusuri buat Presiden Rusia.

Pesawat itu diperlengkapi technologi tinggi tapi detil spesifiknya jadi rahasia negara buat Rusia.

Tapi, berkaitan pemberitahuan perang pada 9 Mei akan datang serta memobilisasi rakyat Rusia menantang dunia itu dibantah Rusia.

Hal semacam itu divalidasi oleh jubir Kremlin, Dmitry Peskov, yang menuturkan jika pemberitahuan perang oleh Putin itu mustahil terjadi.

Liputan JUGA  Situasi Bergejolak di Natuna Utara, Amerika: Partai Komunis China Akan berdampak Bahaya Untuk Indonesia

“Tak betul. Itu omong kosong,”kata Peskov dilansir dari Reuters, Jumat (6/5/2022).

Peskov mengatakan bantahan itu selesai beberapa faksi, tergolong Inggris serta Amerika Serikat (AS), mengira-ngira Putin bakal memproklamirkan dengan resmi perang di Ukraina pada 9 Mei.

Bantahan mirip pula diungkapkan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Ia menuturkan tentaranya tak kan mendasarkan perbuatan sesuai sama instigation tertentu.

“Kami bakal mengingati kemenangan kami dengan betul-betul,”papar Lavrov.

Tidak hanya itu, Lavrov memaparkan, gempuran di Ukraina bakal selesai bergantung pada kepentingan buat meminimalisir resiko buat masyarakat sipil serta tentara Rusia.

Awal kalinya, Putin udah mengakui perang di Ukraina selaku pertarungan membuat perlindungan beberapa orang yang bicara bahasa Rusia dari sana dari persekusi Nazi serta buat mengawasi pada sesuatu yang diucapkannya selaku teror Amerika Serikat (AS) buat Rusia yang dipecut pemerluasan NATO.

Sementara Ukraina serta sekian banyak negara Barat menampik gugatan itu serta menunjuk balik Putin udah kobarkan invasi perang yang tak berargumen.

Liputan JUGA  Indonesia Dan Singapura Tanda Tangani Kerja Sama Penegakan Hukum Kepabeanan

Agresi militer Rusia pada Ukraina sendiri membuat Rusia ada dalam cengkaman sangsi-sanksi Barat, serta mempertingkat kecemasan atas konfrontasi lebih luas dengan AS.

Putin pula udah berulang-ulang menilai perang di Ukraina dengan halangan yang ditemui Uni Soviet di saat pasukan Nazi yang dikepalai Adolf Hitler menginvasi tahun 1941 yang lalu.

“Usaha buat menentramkan agresor mendekati Perang Patriotik Besar nyatanya jadi kekeliruan yang bikin rugi rakyat kita,”ujar Putin pada 24 Februari lalu saat menginformasikan operasi militer ke Ukraina.

“Kita tak kan membuat kekeliruan begitu buat ke-2  kalinya, kita tak punya hak,”tegasnya saat itu.

Perang yang tetap berjalan di Ukraina itu bakal mengikuti cortege serta perayaan hari kemenangan PD II di Rusia yang dapat diselenggarakan dua hari lagi.

Agresi pasukan Moskow itu diadukan udah tewaskan beberapa ribu orang di Ukraina serta membuat hampir 10 juta orang yang lain kehilangan hunian.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.