Semangat Garuda Muda ! Saatnya Taklukan Malaysia, Rebut Medali
Liputan68.com | Timnas Indonesia U-23 gagal melaju ke final SEA Games 2021 (2022) usai kalah 0-1 dari Thailand U-23 pada semifinal sepak bola di Stadion Thien Truong, Nam Dinh, Kamis (19/05/2022).
Angkat dagu adalah sikap yang harus diambil Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan. Mereka tidak perlu berkecil hati lantaran kalah dengan terhormat.
Kekalahan tipis dan kebobolan di babak tambahan membuktikan bahwa Skuad Garuda Muda sudah berjuang ekstra keras sejak menit awal hingga saat-saat terakhir pertandingan.
Indonesia sejatinya mampu tampil trengginas di paruh pertama meski tanpa kehadiran Asnawi Mangkualam yang mendapat larangan bertanding akibat akumulasi kartu kuning.
Peluang pertama tim Merah-putih tercipta saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Ini menjadi tanda bahwa Indonesia berusaha mengincar gol cepat.
Peran Marc Klok pun membuat Indonesia mampu bermain lebih nyaman saat menyusun serangan lewat operan-operan pendek yang terukur.
Gelandang naturalisasi itu pun juga mampu menebar ancaman sebagai eksekutor bola mati. Tendangan pojok pemain 29 tahun itu sempat mengenai mistar gawang Thailand.
Di lini depan duet Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman beberapa kali membuat lini belakang Thailand kocar-kacir. Sayangnya Irfan Jauhari masih kesulitan mencari ruang kosong untuk menyelesaikan suplai bola dari kawannya.
Rapatnya barisan pertahanan yang dipimpin oleh Fachruddin Aryanto pun memaksa pemain Thailand mencari celah dari sepakan jarak jauh. Skema serangan balik dari pasukan berjulukan ‘The War Elephants’ pun kerap patah di sektor tengah.
Thailand sempat mengubah skema serangan dengan tusukan dari sisi lapangan meniru strategi Indonesia. Langkah ini sukses membuat benteng pertahanan Indonesia terancam.
Pelatih Timnas Indonesia U-23 Shin Tae Yong memasukkan Sadiil Ramdhani dan Syahrian Abimanyu untuk menghadirkan permainan yang lebih ofensif. Sayangnya, keputusan ini tidak menghasilkan gol hingga 90 menit waktu normal berakhir. Egy Maulana Vikri pun terpaksa ditarik keluar usai cedera di akhir babak kedua.
Indonesia dan Thailand sama-sama tidak mengendurkan tempo di babak tambahan. Akan tetapi, Thailand berhasil memanfaatkan kesempatan lebih baik lewat gol Weerathep Pompun di menit ke-96.
Timnas Indonesia U-23 akhirnya harus menerima kekalahan dan gagal melenggang ke final. Mereka akan berlaga di perebutan medali perunggu melawan Malaysia, Minggu (22/05/2022) mendatang.
Air mata Egy Maulana Vikri selepas laga mengisyaratkan kesedihan yang juga dirasakan pendukung Timnas Indonesia U-23. Tetapi, perjuangan mereka belum berakhir karena masih memiliki kesempatan membawa pulang medali.
Punggawa Garuda Muda harus belajar dari kesalahan saat melawan Thailand. Pengendalian emosi menjadi aspek penting bagi seluruh pemain, terlebih lagi menghadapi lawan yang sengaja mengobok-obok mental ketika sedang unggul.
Perjalanan di SEA Games 2021 wajib menjadi pelajaran bagi Shin Tae Yong dalam membina Timnas Indonesia. Tapi kini Indonesia harus segera melupakan kekalahan menyakitkan dari Thailand.
Bukan waktunya melakukan evaluasi kegagalan memenuhi target merebut medali emas di SEA Games 2021. Karena Malaysia sudah menanti kita di perebutan medali perunggu pada Minggu (22/05/2022).
Selain itu perlu diingat SEA Games bukanlah satu-satunya ajang pembuktian prestasi. Shin Tae Yong masih memiliki sejumlah tugas berat lainnya jika masih dipercaya PSSI.
Masih ada Piala AFF 2022 dan puncaknya Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia tahun depan.
Medali perunggu layak dibawa pulang skuad Garuda Muda ke Tanah Air. Setidaknya medali itu bisa jadi pelipur lara. Terlebih lawan yang akan dihadapi Malaysia, tim rival abadi Indonesia.
Kekalahan tidak boleh dialami Timnas Indonesia U-23 saat melawan Malaysia, karena efeknya bisa semakin buruk. PSSI dan Shin Tae Yong bisa semakin mendapat tekanan publik.
Malaysia merupakan satu-satunya tim di SEA Games 2021 yang tidak menggunakan pemain senior. Kekalahan dari tim minim pengalaman bisa membuat suporter Indonesia murka.
Tugas berat juga dihadapi Shin Tae Yong, karena tiga pemain Indonesia tidak akan bermain karena kartu merah: Firza Andika, Ricky Kambuaya, dan Rachmat Irianto. Selain itu Egy Maulana Vikri juga hampir pasti absen karena cedera.
Jadi sekarang waktunya melakukan persiapan sebaik mungkin. Bagaimanapun caranya, seperti apapun kondisinya, Indonesia wajib menang dan membawa pulang medali perunggu SEA Games 2021.(SS)

Tinggalkan Balasan