oleh

BPN Buleleng Dinyatakan Pelaksana Reforma Agraria Terbaik Pertama

LIPUTAN68.COM, Buleleng | BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Buleleng menorehkan sejumlah prestasi. Bahkan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberikan piagam penghargaan khusus untuk BPN Buleleng sebagai pelaksana Reforma Agraria Terbaik Pertama. Demikian pula, BPN Pusat mengapresiasi usaha BPN Buleleng yang dinyatakan sebagai pelaksana Reforma Agraria Terbaik se-Indonesia tahun 2021.

Namun, upaya meraih prestasi melalui perjalanan panjang berliku yang dipenuhi masalah dan musibah.

Pada tahun 1999, Kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Buleleng mengalami kebakaran, yang mengakibatkan sejumlah sertifikat warga ludes.

Pihak BPN Buleleng pun mengambil langkah taktis, agar warga mendapatkan sertifikat baru.

Walaupun kejadian lebih dari 20 tahun, namun BPN Buleleng berupaya mencari solusi terbaik lantaran tidak ada data pembanding yang mengontrol keberadaan tanah setelah kejadian kebakaran tersebut.

Oleh karena itu, warga dimohonkan untuk menyampaikan ulang data-data ke BPN terkait sertifikat tanah yang turut terbakar, pada saat itu.

Liputan JUGA  Agar Pacitan Lebih Maju, Aji dan Syamsuri Ajak Masyarakat Coblos Nomor Satu Di TPS

“Sampaikan saja, baik melalui WA atau website kami. Nanti diproses. Itulah yang bisa kami lakukan. Jangan sampai tanah yang sudah terbit sertifikatnya, kemudian disertifikatkan lagi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan memanfaatkan celah ini,” kata Kepala BPN kabupaten Buleleng, I Komang Wedana, saat acara Jarrak Podcast yang dipandu Host I Putu Sudiartana di Buleleng, Selasa, 20 September 2022.

Menurutnya, sampai sekarang ini masih ditemui sejumlah warga yang belum menyampaikan dan melaporkan ulang data, sehingga hal ini berpotensi untuk terjadinya overlap sertifikat tanah.

Untuk itu, pihaknya menawarkan solusi, untuk mendaftarkan kembali ke BPN Buleleng untuk sertifikat tanah sebelum tahun 1999. Mengingat sertifikat baru, setelah tahun 2000 sudah terdata di BPN Buleleng.

Liputan JUGA  Tomas Pacitan Wacanakan Belanja Masker Bagi ASN Daerah. Singgung Tata Kelola Sampah Masker Yang Masih Perlu Perhatian Khusus

“Sekali lagi, sertifikat lama, yang sebelum 1999, mohon dengan hormat sekali segera disampaikan kepada kami untuk disertifikatkan,” jelasnya.

Terkait dengan tanah Batu Ampar, pihaknya tidak menginginkan masuk terlalu detail untuk menanggapinya. Namun, langkah-langkah penyelesaian telah dilakukan secara jelas, yang sesuai ketentuan Peraturan Nomor 21 tahun 2020 tentang tata cara penyelesaian sengketa tanah.

“Itu sudah ditangani oleh Kakanwil. Bahkan, Kakanwil sendiri ikut pada rapat awal,” bebernya.

Disebutkan, prosedur penanganannya melalui tahapan pertama berupa pengumpulan data, kemudian gelar awal, yang dilanjutkan dengan cek lapang, barulah ekspose dan gelar akhir serta penyampaian hasil.

“Nah, sekarang ini di tahap gelar awal, baru nanti berikutnya cek lapang. Dalam proses ini, saya tidak berkomentar banyak, yang jelas sudah ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Terkait masalah pembangunan Bandara Bali Utara, kata Komang Wedana, awalnya, direncanakan lokasi Bandara di wilayah Buleleng Timur, tepatnya di Kecamatan Kubutambahan, yang sudah berproses pada saat itu, namun belum final.

Liputan JUGA  Jelang Pensiun Bupati Pacitan Indartato Pamitan Ke Desa-Desa

Namun, dilihat dari segi tata ruang dinyatakan sudah keluar RTRW, namun Penetapan Lokasinya atau Penlok belum keluar.

Karena satu dan lain hal, kemudian sempat ada diterpa masa Covid-19 pada saat itu, atas kesepakatan bersama 4 Menteri, yang dilihat kajian hukum, lalu disimpulkan, bahwa sangat berat dilanjutkan pembangunan Bandara Bali Utara di Buleleng Timur.

Karena itulah, kemudian pembangunan Bandara Bali Utara diarahkan ke Buleleng Barat, tepatnya di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Cuma tidak serta merta, kemudian dipindahkan Bandara ke Buleleng Barat ini, bisa berlangsung sampai tuntas, yang sekarang masih dalam proses.

  Banner Iklan Sariksa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.