Diknas Pacitan Estimasikan Butuh Anggaran 1 Miliar Untuk Rehabilitasi Gedung SDN Kledung I
Pacitan- Usulan rehabilitasi gedung SDN Kledung I, Kecamatan Bandar yang rusak berat hingga nyaris memakan korban seorang guru olahraga, butuh waktu cukup lama.
Dinas Pendidikan setempat memperkirakan, di tahun anggaran 2024, rehabilitasi total kemungkinan baru bisa dilaksanakan.
Kabid Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Pacitan, Wahyono mengatakan, kerusakan gedung SDN Kledung I tersebut telah diusulkan melalui dana alokasi khusus (DAK) 2024, agar sebisa mungkin mendapatkan anggaran untuk penuntasan rehabilitasi seluruh gedung.
“Tahun ini, kami tetap mengusulkan penanganan di PAPBD 2023, meski dengan segala keterbatasan anggaran pemerintah daerah, kami akan terus berupaya minimal bisa menangani spot – spot kerusakan atap yang membahayakan,” kata Wahyono, Kamis (16-03-2023).
Wahyono menyadari, rehabilitasi yang akan dilaksanakan nanti, masuk kategori berat. Mengingat, sekolah tersebut dibangun pada kisaran Tahun 1991. Dimana belum ada struktur dan perlunya perbaikan menyeluruh. “Estimasi biaya sekitar 1miliar, terdiri dari enam ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, dan kepala sekolah, MCK, UKS serta mushola,” bebernya.
Lebih lanjut, pejabat eselon IIIB ini mengungkapkan, terkait dengan mekanisme usulan fisik untuk DAK, yaitu dengan menerapkan rumus N-1.
Artinya, pengusulan dilakukan satu tahun sebelum anggaran berjalan. Tentu hal tersebut harus didukung dengan pelaporan secara up to date atas kondisi bangunan dari sekolah dalam Dapodik.
“Kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbudristekdikti dengan konsep penuntasan dalam DAK, kami berharap semua kebutuhan prasarana fisik disekolah tersebut akan terpenuhi.
Kami tetap mengusulkan penanganan di PAPBD 2023, walaupun mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah, kami akan terus berupaya minimal bisa menangani spot – spot kerusakan atap yang membahayakan,” jelasnya.
Bila melihat kondisi disekolah, lanjut Wahyono, memang terdapat enam ruang yang mengalami kerusakan pada atap. Namun untuk kondisi pondasi, dinding dan struktur masih cukup baik.
“Kondisi tersebut termasuk penanganan rehabilitasi berat. Untuk estimasi biaya rehabilitasi penuntasan semua gedung sekitar Rp 1 miliar, terdiri dari enam ruang kelas, perpustakaan, ruang guru, UKS, jamban serta musholla,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan