Pengamat Politik Pacitan: Menunggu Balas Budi Demokrat Kepada Prabowo Subianto. Demokrat Harus Bisa Berikan “Suntikan Kursi Parlemen” Untuk Gerindra Di Pileg 2029
Pacitan,Liputan 68.com- Perhelatan Pileg 2024 memang telah usai. Perolehan kursi masing-masing parpol kontestan pemilu sudah ditetapkan oleh KPU.
Dimana, Partai Demokrat kembali berjaya dengan 18 kursi. Namun di sisi lain, partai politik yang berhasil mencetak kepala negara, yaitu Gerindra, mau tak mau harus mengalami nasib buruk.
Partai besutan Jenderal TNI (Pur) Prabowo Subianto Joyo Hadi Kusumo itu harus mengalami down grade. Di Pileg 2019 silam, Gerindra berhasil meraih 2 kursi DPRD. Akan tetapi pada perhelatan Pileg 14 Februari lalu, harus kehilangan satu kursi dan tinggal menyisakan satu kursi.
Hal inilah yang membuat keprihatinan sejumlah pihak. Partai yang saat ini menjadi icon prestisius di negara ini lantaran berhasil melahirkan seorang presiden terpilih, namun di Pacitan eksistensi Gerindra di parlemen, kembali terpangkas dengan hilangnya satu kursi DPRD.
Pengamat politik di Pacitan, La Mema Parandy mengatakan, persahabatan antara pendiri Demokrat yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo terbangun sangat kuat.
Mulai di dunia militer, di pemerintahan, sampai terjun di dunia politik praktis tanah air, mereka berdua layaknya sedulur sinorowedi, yang selalu bersama dan menyatu.
Persahabatan keduanya tak lekang oleh teriknya matahari dan tak pernah luntur oleh derasnya hujan. “Mereka (SBY dan Prabowo) selalu akrab, sampai-sampai urusan pernikahan mereka saling bicara,” kata pria yang lebih populer dengan panggilan Bang Amir ini, saat bertandang ke Posko Media, Timur Pendopo Pemkab Pacitan, Rabu (8/5).
Berangkat dari sekilas perjalanan persahabatan kedua jenderal pendiri partai politik kenamaan tanah air tersebut, tentu soal urusan politik masa depan, diharapkan jangan sampai dikesampingkan.
Di bumi kelahiran SBY, kata Bang Amir, harus diakui Demokrat yang masih terus berjaya. Sementara Gerindra, narimo dengan satu kursi parlemen. Meskipun di level nasional, Gerindra merupakan partai politik raksasa seperti halnya PDI-P dan Golkar.
“Kedepan bagaimana Demokrat di Pacitan, bisa ikut cawe-cawe dengan nasib Gerindra. Kita menunggu bagaimana balas budi yang ditunjukkan oleh Demokrat kepada Prabowo,” terangnya.
Cawe-cawe dimaksud, lanjut Bang Amir, Demokrat diharapkan bisa memberikan “suntikan kursi” kepada Gerindra.
Selain itu Bang Amir juga mendorong agar Demokrat bisa membangun sistem ke partaian yang sesungguhnya. Sehingga tidak ada lagi stigma politik dinasti dan oligarki.
“Koalisi nasional, Demokrat, Gerindra dan Golkar ini terus beriringan. Di Pacitan diharapkan juga demikian. Mereka harus bersama membangun daerah.
Soal suntikan kursi, itu hanya sebuah istilah. Implementasinya nanti, saya yakin Demokrat akan sangat paham bagaimana bisa balas budi kepada Prabowo khususnya terhadap Gerindra di Pacitan,” tandas Bang Amir. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan