Edy Rahmayadi ‘Dibanjiri’ Aspirasi Warga Langkat, Mulai Jalan Rusak Hingga Marak Cafe Remang-remang
LANGKAT — LIPUTAN68.COM — Warga Kabupaten Langkat menyampaikan banyak aspirasi dan harapan saat Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2, Edy Rahmayadi, berkampanye di daerah mereka.
Antara lain soal jalan rusak, penyuluh pertanian, peningkatan usaha mikro kecil dan menengah atas UMKM hingga maraknya cafe remang-remang di wilayah mereka.
“Saya berharap di kepemimpinan Pak Edy Rahmayadi nanti, memprioritaskan perbaikan jalan. Sebab masih ada sejumlah jalan yang rusak dan yang membuat miris, akibat jalan rusak tersebut, bermunculan warung remang-remang di saja. Jalan itu terletak antara Cure dan Alur 2,” ungkap Tokoh Agama, M Mujianto.
Mujianto juga berharap pada kepemimpinan Edy Rahmayadi di periode kedua nanti, hendaknya lebih meningkatkan peran penyuluh pertanian. Dia bilang saat ini para petani melakukan kegiatannya secara mandiri, karena kurang aktifnya peran penyuluh pertanian.
“Kalau penyuluh aktif, para petani akan dapat berkembang,” katanya.
Warga lainnya, Noni Siregar, menyampaikan soal pembinaan terhadap UMKM di wilayahnya yang sangat minim, padahal sejatinya banyak produk-produk kerajinan yang butuh diupayakan ke arah tersebut.
Merespon itu semua, Edy Rahmayadi mengaku masih sangat banyak persoalan yang harus ditangani ke depan. Karena itulah, dia berharap masyarakat tidak memilih pemimpin dengan asal-asalan.
“Karena itulah, saya bertekad maju kembali untuk menyelesaikan semua yang disebutkan tadi,” katanya.
Diakui Edy apa yang dirasakan masyarakat dalam kehidupannya, juga sangat dirasakannya. Karena semuanya sejalan dengan program kerja prioritasnya yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, peternakan dan pariwisata.
Dengan masih banyaknya persoalan tersebut, kata Edy Rahmayadi, maka peran pemimpin ke depan menjadi sangat menentukan.
“Memilih pemimpin, jangan asal-asalan. Karena hasilnya juga akan asal-asalan,” katanya dalam kegiatan kampanye di Pangkalan Brandan dan Pangkalan Susu, Langkat, Kamis (10/10/2024).
Kata Edy Rahmayadi memilih pemimpin harusnya dengan melihat rekam jejak bukan karena kedekatan, faktor keluarga dan lainnya.
“Mari kita renungkan bersama. Kita semua bertanggungjawab karena masa depan Sumut ini, tergantung keputusan kita saat ini,” ujarnya.
Dalam kepemimpinan, Edy Rahmayadi mengambil contoh Khalifah Umar Bin Khatab. Edy bilang, saat akan berakhir masa kepemimpinannya, kepada Umar Bin Khatab, disodorkan sejumlah nama sebagai calon penggantinya. Salah satunya adalah putranya sendiri.
“(Melihat itu) Umar minta nama anaknya dicoret. Beliau tidak mau karena dapat menimbulkan fitnah. Jadi, kalau kita memilih umarah (pemimpin) karena faktor anak, keluarga, teman, tetangga, itu tidak benar,” kata mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan