Liputan BERITA

Euforia Batu Akik Di Pacitan, Seakan Lenyap Ditelan Bumi. Namun Tidak Bagi Sejumlah Perajinnnya. Simak Penuturan Mama Lestari Yang Mengklaim Red Baron Sebagai “Raja Akiknya Bumi SBY”

Ditulis oleh Liputan68 pada 6 Mei 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Euforia batu akik yang pada dua dekade silam sempat membumi, namun sekarang seakan hilang ditelan bumi.

Dulu kala, batu akik menjadi sebuah asesoris terindah, yang banyak diburu semua kalangan, utamanya para kolektor.

Penampilan terasa belumlah lengkap, tanpa sebuah batu akik yang melingkar di jari manis. Apalagi batu mulia khas Pacitan yang moncer dengan jenis Red Baron’nya.

Maka tak heran, jika kala itu batuan alam jenis Red Baron dengan kualitas super bisa tembus puluhan atau bahkan hingga ratusan juta rupiah.

Tak sedikit para pemburu batu mulia tersebut, harus merogoh kocek dalam-dalam atau bahkan merelakan aset kendaraannya, hanya untuk ditukar dengan sebuah akik Red Baron kualitas super dengan pendaran warna kristalnya yang khas.

Sampai-sampai Presiden ke-enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat itu, pernah memberikan sebuah akik Red Baron kepada Presiden Amerika, Barack Obama sebagai cinderamata terindah saat berkunjung ke Indonesia.

Seiring meredupnya euforia batu akik di era kekinian, memang tak sedikit para perajin batu akik di Pacitan yang gulung tikar.

Lapak-lapak mereka yang semula tak pernah sepi dari pembeli, sekarang banyak yang tutup. Atau diganti dengan usaha lain yang lebih prospektif untuk menyambung hidup.

Meski begitu, fenomena tersebut tidaklah berlaku bagi Suprihatin. Perajin akik dan pertukangan emas legendaris ini masih tetap bertahan, meski tren akik sudah terus meredup atau bahkan nyaris punah.

Saat ditemui di tokonya yang berlokasi di sepanjang Jl Gatot Subroto atau tepatnya disebelah Selatan Pos Penjagaan Perempatan Penceng, wanita paruh baya yang populis dengan panggilan Mama Lestari ini mengatakan, kalau usahanya membuat kerajinan akik dan pertukangan emas, masih terus berlanjut sampai detik ini.

Kecintaannya terhadap berbagai jenis batu mulia hingga kelas pemata, membuat Mama Lestari secara otodidak punya keahlian dan kepekaan untuk melihat berbagai jenis batu atau permata, tanpa bantuan perlatan.

Baik itu batu natural, obsidian atau bahkan batuan dengan pewarnaan atau treatment, bukanlah hal yang sulit baginya untuk memastikan.

“Kuncinya satu Mas (wartawan, Red), yaitu kejujuran, dan ramah kepada pembeli. Pembeli itu adalah raja, yang harus kita layani sebaik-baiknya. Itu prinsip utamanya.

Sehingga usaha kami, masih tetap lestari sampai saat ini,” ujar pemilik toko dan pertukangan Emas Lestari ini, Selasa (6/5/2025).

Mama Lestari blak-blakan mengungkapkan, sekarang ini harus ia akui kalau omset penjualannya memang jauh menurun.

Kendati begitu, berkat pelayanannya yang ramah dilandasi dengan semangat kejujuran, tak heran jika Toko Lestari milknya, masih banyak menerima pesanan dari berbagai kota, bahkan sejumlah wisatawan mancanegara juga berkenan mampir untuk membeli dan memesan perhiasan di tokonya.

“Jujur ya, kalau omset memang menurun. Tapi Alhamdulillah, Mama masih sering menerima pesanan dari luar daerah. Seperti Surabaya, Jakarta, banyak yang masih percaya dan memesan batu akik ke sini.

Malah belum lama ini ada yang dari Spanyol dan Australia. Mereka awalnya berlibur ke Pantai, kemudian datang ke toko dan memesan perhiasan batu akik jenis Red Baron. Kuncinya satu tadi, jujur.

Kalau asli ya kita sampaikan asli, kalau KW ya KW,” jlentreh wanita 60 tahun ini yang memulai usaha pertukangan emas sejak 1985 silam tersebut.

Masih di kesempatan yang sama, Mama Lestari juga menyampaikan kalau sampai saat ini, batu mulia khas Pacitan jenis Red Baron, masih menjadi primadona tak tergantikan.

Apalagi kalau di ikat dengan perak atau emas, tentu harganya masih jauh melangit.

“Red Baron masih di peringkat teratas. Kalau batuan permata hanya tertentu saja.

Monggo datang ke Lestari, kita akan layani sesuai pemesanan. Untuk ikat emas, juga siap sesuai kemampuan. Mau yang kadar berapa persen, selalu siap di toko kami,” tuturnya sebelum menutup bincang-bincangnya dengan wartawan. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian