Liputan DAERAH

Pemkot Kupang Hidupkan Lagi Terminal Bello yang Sempat Mati Suri

Ditulis oleh Liputan68 pada 8 Juli 2025 • โฑ๏ธ 2 Menit Baca

NTT, Liputan68.com- Pemerintah Kota Kupang akhirnya kembali mengoperasikan Terminal Bello di Kecamatan Maulafa setelah sempat mangkrak dan menjadi sorotan publik.

Terminal ini kini difungsikan kembali sebagai pusat layanan transportasi publik yang tertib, aman, dan representatif.

Langkah ini merupakan respons serius terhadap kritik tajam dari DPRD Kota Kupang, khususnya yang disampaikan oleh Jemari Yoseph Dogon dari Fraksi Golkar.

Kontroversi Terminal Belo: Pemilik Tanah Ancam Ambil Alih, DPRD Kota Kupang Kritik Keras Pemerintah

Ia sebelumnya menyoroti kondisi Terminal Bello yang nyaris tidak berfungsi dan dinilai terancam menjadi proyek mubazir.

Lurah Bello, Robynson E. Lona, SH, membenarkan bahwa Terminal Bello telah kembali beroperasi sejak beberapa hari terakhir.

Ia menyebut proses reaktivasi terminal ini melalui koordinasi intensif antara pemerintah, Dinas Perhubungan, pengusaha transportasi, hingga pihak kelurahan.

Sukses di Bogor, ChildFund International di Indonesia Tangani Stunting di Kupang dan SBD

โ€œSudah cukup lama masyarakat mengeluh. Sejak terminal dipindahkan dari Sikumana ke Bello, mestinya layanan juga jalan. Tapi baru sekarang benar-benar difungsikan. Pembahasan dengan pengusaha cukup alot karena mereka tentu memikirkan untung rugi,โ€ kata Robynson (8/7/2025).

SMK Negeri 6 Kupang Gelar Pentas Seni & Pameran Karya Siswa: Bangun Jiwa Raga, Siap Bangun NTT dari Sekolah

Salah satu masalah utama yang diatasi adalah praktik kendaraan pick-up yang seringkali membawa penumpang lintas wilayah tanpa melalui terminal.

Dinas Perhubungan kini menormalisasi aturan: kendaraan dari luar kota harus menurunkan penumpang di terminal, lalu dilanjutkan oleh mikrolet lokal.

Dinas Pendidikan Kota Kupang Tegaskan Terkait Keterbukaan Informasi

Robynson berharap kesepakatan ini dapat dijalankan konsisten dengan pijakan aturan yang tegas.

โ€œKalau semua tunduk pada aturan, tidak ada yang dikorbankan. Masyarakat pun akan mendapatkan pelayanan transportasi yang lebih baik,โ€ ujarnya.

Dengan lebih dari 7.000 warga di Kelurahan Bello yang bergantung pada moda transportasi umum, kehadiran kembali mikrolet di Terminal Bello dinilai sangat vital.

Pemerintah menekankan pentingnya keberlanjutan pengoperasian terminal demi menjawab kebutuhan transportasi warga.***

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian