TJSL PLN UPK Timor Berkelanjutan, Dari Sekolah ke Dunia Kerja
NTT, Liputan68.com- Komitmen PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor dalam membangun pendidikan vokasi terus berlanjut.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR), PLN tidak hanya hadir memberi bantuan, tetapi juga membuka jalan nyata bagi siswa menuju dunia kerja.
Tim Leader Administrasi Umum PLN UPK Timor, Oky Ratu Kaho, menegaskan bahwa program TJSL dijalankan secara rutin dan terbuka bagi berbagai lembaga pendidikan.
“Kalau TJSL itu rutin. Sekolah-sekolah atau lembaga di sini memasukkan usulan ke kami, lalu kami teruskan pengusulannya ke pusat,” jelasnya, (17/3/2026).
Pada tahun 2025, program TJSL telah menyasar SMK 5 Kupang dan SMK 2 Soe. Sementara untuk tahun 2026, program ini dipastikan tetap berjalan, dengan pelaksanaan yang menunggu arahan dari pusat.
“Untuk 2026 ini tetap ada. Kita menunggu arahan dari pusat, tapi yang pasti TJSL ini berlanjut setiap tahun,” tambah Oky.
Lebih dari sekadar bantuan, PLN UPK Timor menghadirkan program berkelanjutan berupa sertifikasi guru SMK.
Program ini dinilai menjadi kunci peningkatan kualitas siswa, karena guru yang tersertifikasi mampu memberikan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri.
Dampaknya pun mulai terlihat. PLN UPK Timor menggandeng anak perusahaannya, PLN Usaha Daya, untuk menyerap lulusan SMK ke dunia kerja, khususnya pada unit pembangkit seperti PLTD di wilayah Alor dan Sabu yang membutuhkan tenaga operator.
“Ini lanjutan dari TJSL. Kami gandeng anak perusahaan untuk merekrut lulusan SMK yang sudah dibekali pelatihan. Sudah ada beberapa siswa yang direkrut bekerja,” ungkapnya.
Meski begitu, Oky menegaskan bahwa setiap lulusan tetap harus melalui proses seleksi yang profesional.
“Walaupun sudah memiliki sertifikat, tidak serta merta langsung diterima. Tetap ada seleksi ketat. Tapi dengan pelatihan itu, kemampuan mereka meningkat dan peluang mereka lebih besar,” tegasnya.
Melalui TJSL, PLN UPK Timor membuktikan bahwa program sosial tidak berhenti pada bantuan semata, melainkan menjadi investasi jangka panjang, menghubungkan pendidikan dengan dunia kerja, sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di masa depan.***

Tinggalkan Balasan