Pekerjaan Jalan Candi-Srau Melaju, Progres Fisik Tembus 30,91 Persen
Pacitan,Liputan68.com-Pembangunan infrastruktur jalan di ruas Candi-Srau, Kabupaten Pacitan, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki minggu ke-11 pelaksanaan, pekerjaan pemeliharaan berkala ruas jalan tersebut telah mencapai progres fisik 30,91 persen, jauh melampaui target yang ditetapkan dalam jadwal pelaksanaan.
Hingga periode 14–20 September 2026, progres pekerjaan tercatat sebesar 30,91 persen. Sementara progres yang direncanakan berada pada angka 15,72 persen. Dengan demikian, terdapat deviasi positif sebesar 15,20 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan di lapangan berjalan lebih cepat dibandingkan rencana yang telah ditetapkan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pacitan, Imam Syafid mengatakan percepatan progres menjadi indikator positif dalam pelaksanaan pekerjaan. Namun demikian, capaian tersebut tetap harus berjalan seiring dengan pemenuhan standar teknis dan kualitas konstruksi.
“Progres fisik sampai minggu ke-11 mencapai 30,91 persen, sedangkan rencana sebesar 15,72 persen. Artinya terdapat deviasi positif 15,20 persen. Secara umum pekerjaan berjalan lebih cepat dari jadwal,” kata Imam Syafid, Senin (21/9).
Pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Candi-Srau tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan dilakukan melalui mekanisme e-Purchasing dengan penyedia jasa CV. Pusaka Putra dan CV. Citra Lintas Bumi sebagai konsultan pengawas.
Nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp3.975.770.334,43, dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 7 Juli hingga 3 November 2026.
Menjaga Fungsi Jalan dan Umur Layanan
Secara teknis, pemeliharaan berkala merupakan bagian penting dalam menjaga kondisi pelayanan jalan agar tetap mampu menjalankan fungsi transportasi secara optimal. Penanganan pada ruas Candi-Srau diarahkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kondisi perkerasan sehingga perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan efisien.
Percepatan progres yang terjadi di lapangan menjadi modal penting untuk memastikan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai masa kontrak. Meski demikian, kecepatan pelaksanaan tidak semata-mata menjadi ukuran keberhasilan. Setiap tahapan pekerjaan tetap harus memenuhi spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar mutu yang dipersyaratkan.
Dalam pekerjaan jalan, kualitas konstruksi memiliki konsekuensi langsung terhadap umur layanan. Pekerjaan yang dilaksanakan secara tepat, mulai dari persiapan, penanganan badan dan perkerasan jalan hingga tahap akhir, diharapkan mampu menghasilkan konstruksi yang lebih andal dalam menghadapi beban lalu lintas dan kondisi lingkungan.
Membuka Akses, Menggerakkan Aktivitas Warga
Ruas Candi-Srau memiliki arti penting bagi mobilitas masyarakat. Kondisi jalan yang lebih baik akan memberikan dampak berantai terhadap aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan warga, distribusi barang, akses menuju pusat pelayanan publik hingga pergerakan hasil pertanian dan kegiatan ekonomi masyarakat serta pariwisata.
Perbaikan kualitas jalan juga tidak berhenti pada persoalan kenyamanan berkendara. Infrastruktur jalan yang terpelihara dengan baik dapat menekan waktu tempuh dan biaya operasional kendaraan. Pada akhirnya, kondisi tersebut ikut menciptakan konektivitas yang lebih baik antarwilayah.
Bagi masyarakat di sekitar koridor Candi-Srau, pekerjaan pemeliharaan berkala diharapkan menjadi investasi infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka lebih panjang.
Syafid menegaskan bahwa percepatan pekerjaan tetap harus diikuti dengan pengendalian mutu dan pelaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan masa kontrak yang masih berjalan hingga 3 November 2026, progres positif tersebut menjadi gambaran bahwa pekerjaan berada pada jalur pelaksanaan yang lebih cepat dari rencana. Tantangannya kini adalah mempertahankan ritme pekerjaan sekaligus memastikan setiap hasil konstruksi memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan.
Bila hal tersebut dapat dijaga hingga pekerjaan selesai, masyarakat bukan hanya mendapatkan jalan yang selesai lebih cepat, tetapi juga infrastruktur yang diharapkan mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi mobilitas dan aktivitas ekonomi di wilayah Candi-Srau.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan