Gali Potensi Enam Dusun, Desa Tremas Bidik Pengembangan Wisata Lokal dan Penguatan UMKM
Pacitan,Liputan68.com-Kekayaan potensi lokal menjadi modal penting bagi desa untuk tumbuh dan berkembang. Hal inilah yang mengemuka saat Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, mengunjungi Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Rabu (7/10/2026) lalu.
Bersama Kepala Desa Tremas, Nurhadi, ia berdiskusi sekaligus menelusuri berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Penelusuran dilakukan dengan menyambangi enam dusun di Desa Tremas, yakni Krajan, Pojok, Karangasem, Tanjung, Lenjoh, dan Kulak. Dari perjalanan tersebut, terungkap beragam potensi yang menyimpan peluang besar untuk dikembangkan, mulai dari wisata religi dan pendidikan, kekayaan alam, sektor pertanian dan perikanan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Desa Tremas memiliki sejumlah daya tarik, di antaranya Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan, Makam Gunung Lembu, Embung Tremas, kawasan perbukitan, serta aliran Sungai Grindulu yang membentang di wilayah desa. “Beragam potensi tersebut menjadi modal untuk merancang pengembangan desa yang tidak hanya bertumpu pada satu sektor, tetapi mampu memadukan kekayaan alam, budaya, aktivitas ekonomi, dan kehidupan masyarakat,” ujarnya, Senin (12/10).
Melihat peluang itu, Prayitno menilai Desa Tremas berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal. Salah satu gagasan yang mengemuka ialah menghadirkan wisata keliling desa yang memungkinkan pengunjung menikmati keunikan dan keindahan wilayah Tremas secara lebih dekat.
Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan sarana transportasi wisata, seperti ATV, andong, bus kecil, kendaraan terbuka, hingga kuda. “Dengan konsep perjalanan yang menarik, wisatawan diharapkan dapat menjelajahi berbagai titik potensial desa sekaligus mengenal kehidupan, budaya, dan produk unggulan masyarakat setempat,” jelasnya.
Lebih dari sekadar menghadirkan pengalaman wisata, gagasan ini juga membuka peluang untuk memperluas perputaran ekonomi di tingkat desa. Meningkatnya kunjungan wisatawan berpotensi mendorong penjualan produk UMKM, memperluas pasar kuliner lokal, serta menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga.
Promosi melalui media sosial juga dapat menjadi bagian penting dari pengembangan tersebut. Keunikan destinasi, panorama alam, dan pengalaman berwisata yang ditawarkan Desa Tremas berpeluang menjadi daya tarik tersendiri untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Meski demikian, pengembangan wisata desa membutuhkan perencanaan matang, mulai dari pemetaan potensi, penentuan rute wisata, kesiapan sarana dan prasarana, aspek keselamatan, hingga pengelolaan yang berkelanjutan. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara luas dan tetap menjaga kelestarian lingkungan serta nilai-nilai lokal.
Kepala Desa Tremas, Nurhadi, menyambut baik gagasan pengembangan wisata tersebut. Ia berencana menindaklanjutinya melalui koordinasi bersama perangkat desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.
Koordinasi lintas unsur ini diharapkan menjadi ruang untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi potensi prioritas, serta merumuskan langkah konkret yang dapat dilakukan secara bersama-sama. “Dengan demikian, pengembangan wisata tidak berhenti sebagai gagasan, melainkan dapat diarahkan menjadi program yang terencana sesuai kebutuhan dan kemampuan desa,” terang Nurhadi.
Pada akhirnya, kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkannya. Desa Tremas memiliki modal alam, budaya, pendidikan, dan ekonomi yang dapat dirangkai menjadi kekuatan untuk menciptakan peluang baru.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan, pengembangan wisata lokal diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperkenalkan potensi Desa Tremas kepada khalayak yang lebih luas.
Sepi ing pamrih, rame ing gawe. UMKM tangguh, ekonomi tumbuh. Bersama menggali potensi, membangun desa, dan mewujudkan Pacitan yang semakin sejahtera.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan