Liputan DIREKTORI

Manusia Silver Blak-blakan Soal Penghasilannya yang Bisa Lebih Tinggi dari Orang Kantoran

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 September 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Dikutip dari: medan.tribunnews.com

TRIBUN-MEDAN.COM – Persimpangan lampu merah Kota Medan ramai manusia silver. Jumlah mereka kian hari semakin banyak. Bahkan ada anak-anak di bawah umur menjadi manusia silver untuk mencari uang dari belas kasih pengendara.

Wartawan www.tribun-medan.com berbincang dengan seorang manusia silver bernama Ali di Glugur By Pass. Ali menjelaskan kalau bahan untuk mengkilapkan tubuhnya yakni cat sablon, minyak sayur dan bedak tabur. Modal untuk mengkilapkan tubuh terbilang tak sedikit. Cat sablon saja dibeli Rp 50 ribu per kaleng kecil. Sementara minyak sayur dan bedak tabur dibawa Ali dari rumah. Lantas berapa pendapatan manusia silver? Bekerja sepanjang hari, manusia silver memperoleh penghasilan yang tak menentu.

Biasanya mereka bekerja dari pagi hingga lampu lalulintas tinggal berwarna kuning. Saban harinya mereka bisa membawa pulang Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Tak jarang mereka merasa gerah taburan cat dan minyak.

Begitu selesai bekerja, tubuh lemas dan langsung tertidur. Bahaya cat silver Manusia silver kerap merasakan gatal di kulit. Dokter spesialis kulit dan kelamin RS Siloam dr Joice Sonya Gani Panjaitan menjelaskan kalau itu adalah efek samping penggunaan cat.

Joice menegaskan bahwa penggunaan cat sablon yang dicampur dengan minyak seharusnya digunakan dalam produksi tekstil bukan untuk ke kulit manusia. “Dampak jangka pendeknya ini akan langsung terasa seperti ada rasa gatal dan alergi di tempat yang mereka cat. Nah ini mereka pakai ke seluruh badan, jelas paling tidak akan ada banyak titik ruam merah di beberapa bagian,” ungkap Joice.

Tambahnya, Joice juga menuturkan bahwa dampak jangka panjang dari penggunaan cat sablon plus minyak secara rutin akan menimbulkan efek yang lebih berbahaya berupa kanker kulit.

“Hal yang paling berbahaya ini sangat memungkinkan untuk menderita kanker kulit. Ini yang paling ditakutkan dan ujung permasalahan menggunakan cat ini. Kalau dia berprofesi sebagai manusia silver dalam jangka panjang, tidak mustahil kanker ini menyerang tubuhnya,” tuturnya.

Kemudian bagian yang paling tidak mengenakkan timbul rasa gatal dan panas sebagai tanda utama manusia silver ini sudah terjangkit alergi. Dokter yang menjadi wakil dekan Fakultas Kedokteran di Universitas HKBP Nommensen Medan ini juga memberikan siasat agar dapat meminimalisir datangnya alergi.

“Kalau itu pekerjaan sehari-hari, bagaimana cara mencegahnya otomatis dia harus memakai pelembab, dioleskan dulu ke seluruh badannya baru kemudian dia memakai cat sablonnya itu,” pungkas Joice.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian