Liputan BERITA

Pemerintah Buka Peluang Bagi Rumah Sakit Internasional untuk Berinvestasi di Indonesia

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA – LIPUTAN68.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pendekatan kepada sejumlah jaringan rumah sakit internasional agar dapat masuk dan bersedia untuk berinvestasi di Tanah Air.

Pemerintah saat ini membuka peluang bagi jaringan rumah sakit internasional untuk berinvestasi di dalam negeri. Ini dilakukan untuk mencegah devisa mengalir ke luar negeri. Karena tidak saja suka berlibur, sebagian masyarakat kelas atas Indonesia juga berobat ke luar negeri.

Luhut mengklaim, bahwa rencana ini telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo. “Presiden (Jokowi) sudah setuju kami akan buka RS internasional. Jadi, dokter-dokter yang kelas 1 bisa praktik dan transfer teknologi dengan dokter kita, sehingga orang kita tidak habiskan (uang) untuk pengobatan ke luar negeri,” kata Luhut.

Rencananya rumah sakit tersebut akan bertempat di tiga kota, yaitu Jakarta, Bali, dan Medan.

“Ada beberapa rumah sakit yang kita approve (setujui), nanti kita suruh mereka bersaing. Ada dari Mayo Clinic, John Hopkins, Anderson, dari Australia, ada dari Singapura, dan sebagainya,” tuturnya, dalam acara Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) bertajuk ‘Outlook 2021’, Rabu, (21/10/2020).

Menurut Luhut, investasi rumah sakit internasional ini tidak hanya bertujuan agar masyarakat tidak perlu berobat lagi ke luar negeri. Tetapi, dibukanya rumah sakit asing ini juga diharapkan dapat mendorong alih teknologi, serta kualitas dokter dan tenaga kesehatan Indonesia pun bisa ditingkatkan.

“Jadi kita persilakan saja sehingga Indonesia itu masuk kepada satu era yang betul-betul maju ke depan,” lanjutnya.

Menurut Luhut, setiap tahun devisa negara yang ke luar negeri mencapai 6 hingga 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per tahun untuk berobat hingga berwisata. Namun selama pandemic ini masyarakat dapat bertahan dan tidak bepergian ke luar negeri dalam waktu lama.

“Kalau teman-teman melihat, selama 7 bulan kita tidak pergi ke luar negeri ya ternyata kita juga survive kok,” ucapnya. Sebelumnya, Luhut juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan kemudahan bagi dokter asing untuk bisa beroperasi di rumah sakit internasional yang akan dibangun. Caranya, dengan memberikan visa khusus kepada mereka supaya proses administrasi yang diperlukan untuk masuk ke Indonesia bisa lebih mudah dan cepat.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian