Dampingi Mendag, Gubsu Edy Sebut Harusnya Rakyat Merdeka Lagi dengan Migor Murah
MEDAN — LIPUTAN68.COM — Ketersediaan minyak goreng atau migor di Provinsi Sumatera Utara ternyata surplus dari wilayah lain di Indonesia. Namun sayang, komoditi primer bagi masyarakat tersebut masih susah diperoleh dan harganya pun masih di atas harga eceran tertinggi (HET).
Demikian diungkapkan Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Muhammad Lutfi, ketika meninjau Pusat Pasar Medan, Sabtu (26/2/2022).
“Karena menurut hitungan kami, di sini sekarang ini sudah surplus dan sudah lebih dari 15 hari cadangan minyak nya untuk Sumut, jadi artinya barangnya banyak sekali. Dan lebih banyak dari seluruh di wilayah Indonesia. Tetapi belum turun ke bawah,” katanya didampingi Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi. “Di sini saya ingin melihat ketersediaan dan keterjangkauan minyak goreng di pusat kelapa sawit Indonesia yaitu Sumut, kita bisa melihatnya di sini, bahwa sebenarnya minyak masih jarang, meskipun ada, ada tren bahwa minyak ini mulai penuh dalam dua atau tiga hari,” sambungnya.
Karenanya, ia meminta pemerintah daerah terus mengawal dan memastikan distribusi migor dapat lancar. Pun harganya di pasaran sesuai dengan Permendag No.6/2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng, yaitu miyak goreng curah Rp11.500/liter, kemasan sederhana Rp13.500/liter, dan kemasan premium sebesar Rp14.000/liter.
“Kalau ada sampai terjadi macam-macam pak gubernur, saya minta tolong segera ditindak tegas menurut hukum,” kata Lutfi.
Surplus
Senada disampaikan Gubsu Edy bahwa stok di Sumut seharusnya surplus. Diakuinya produksi migor setahun sebanyak 230 ribu ton, sedangkan kebutuhan di Sumut hanya 180 ribu ton.
“Harusnya dia lebih (surplus) 50 ribu ton per tahun,” ungkapnya.
Edy akan menindaklanjuti permintaan Mendag dengan segera mengumpulkan seluruh pihak terkait. Sehingga masyarakat akan segera merasakan harga migor murah.
“Tadi pagi saya monitor, minyak sudah turun ke pasar dan kita mulai bisa mengurai ini. Sehingga masyarakat kita bisa merdeka lagi menikmati minyak goreng murah,” kata mantan Pangkostrad itu.
Kedatangan Mendag Muhammad Lutfi bersama Gubernur Edy Rahmayadi di Pusat Pasar mendapat sambutan antusias dari para pedagang. Suasana pasar pun mendadak ramai. Sembari menyapa para pedagang, Mendag bersama Gubsu pun menanyakan kepada beberapa pedagang tentang kondisi migor.
Di salah satu agen minyak, misalnya, Mendag menemukan harga migor curah Rp 12.800/kg, yang harusnya Rp 12.500. Namun Mendag menduga, hal itu terjadi lantaran distribusi yang belum normal.
Kondisi itu dibenarkan sejumlah pedagang, bahwa pasokan migor ke mereka mulai lancar, meski belum sepenuhnya normal seperti semula. Mendag pun berharap, beberapa hari ke depan distribusi migor sudah lancar dan harganya akan kembali normal seperti semula.
Sebelumnya, Mendag dan Gubsu bersama kepala Dinas Perdagangan se Sumut melakukan rapat koordinasi ihwal kelangkaan migor di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jl. Jenderal Sudirman, Medan.
Lutfi memastikan bahwa stok migor cukup untuk Sumut. Karena ada 33.080.788 liter dalam kurun 12 hari ke depan.
“Ini pasti minyak melimpah di Sumut, dan saya jamin tangki-tangki di Sumut ini penuh semuanya,” katanya.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat hukum karena keadaan distribusi di pasar tidak sama dengan stok yang melimpah tersebut.
“Jumlahnya ini seperti air bah mestinya di Kota Medan sampai Kota Kisaran, jadi saya sekali lagi tidak menuduh yang buruk-buruk pada pelaku di Sumut, tetapi karena jumlahnya terlalu banyak dan tidak sesuai dengan keadaan pasar, terpaksa kita akan libatkan aparat hukum,” katanya.
Ia pun meminta aparat hukum untuk menindak tegas segala macam penyimpangan di lapangan, baik yang dilakukan produsen maupun retail.
“Ini akan kita kerjakan. Kita mengedepankan market mechanic yang baik, dan mudah-mudahan pada Senin ini keadaan menjadi normal,” janji Lutfi. (LM-02)
TEKS FOTO
MENINJAU: Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meninjau Pusat Pasar di Kota Medan, Sabtu (26/2/2022), untuk melihat kondisi ketersediaan minyak goreng. Dinas Kominfo Sumut

Tinggalkan Balasan