PLN Pastikan Listrik Tetap Andal di Pulau Salura, Meski Harus Menembus Gelombang dan Keterbatasan Akses
Keterangan Foto: Petugas PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik (ULPL) Waingapu bersama warga bergotong-royong mengangkut peralatan pemeliharaan pembangkit listrik setibanya di Pulau Salura, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Seluruh material dipindahkan secara manual dari bibir pantai menuju lokasi pembangkit karena keterbatasan akses transportasi.
Liputan68.com- Di Pulau Salura, Kabupaten Sumba Timur, listrik bukan sekadar soal lampu yang menyala. Di balik terangnya malam, ada perjuangan petugas PLN yang harus menyeberangi laut, membawa mesin, suku cadang, dan berbagai peralatan untuk memastikan sekitar 140 kepala keluarga tetap mendapatkan pasokan listrik.
Menjelang Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, semangat memberikan pelayanan terbaik itu terus dijaga PLN hingga ke wilayah terluar Indonesia.
Pulau Salura yang berada di Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, merupakan salah satu wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup besar. Untuk menjaga keandalan pembangkit di pulau tersebut, petugas PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik (ULPL) Waingapu harus menempuh perjalanan laut menggunakan perahu nelayan.
Tidak sedikit peralatan yang harus dibawa dalam setiap perjalanan, mulai dari mesin, suku cadang, peralatan kerja hingga kebutuhan pemeliharaan pembangkit. Perjalanan pun sangat bergantung pada kondisi cuaca. Gelombang tinggi dan angin kencang menjadi tantangan yang harus diperhitungkan demi keselamatan petugas maupun peralatan.
Sesampainya di Pulau Salura, pekerjaan belum selesai. Petugas PLN bersama masyarakat setempat bergotong royong memindahkan berbagai peralatan menuju lokasi pembangkit.
Tantangan yang sama juga dihadapi ketika terjadi gangguan pada mesin pembangkit. Petugas harus menyesuaikan waktu perjalanan dengan kondisi laut agar dapat segera melakukan penanganan dan memastikan pasokan listrik kembali normal.
Meski berada di wilayah dengan akses dan logistik yang terbatas, PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara terus menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat Salura melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Manager PLN ULPL Waingapu, Amos Randanan, mengatakan pemeliharaan pembangkit dilakukan secara rutin untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah kepulauan.
“Pemeliharaan mesin pembangkit secara rutin kami laksanakan untuk memastikan pasokan listrik di Pulau Salura tetap andal. Meskipun berada di salah satu pulau terluar, masyarakat harus terus memperoleh layanan kelistrikan yang optimal,” ujar Amos, (29/8/2026).
Bagi masyarakat Salura, keberadaan listrik memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari. Listrik digunakan untuk penerangan rumah, membantu anak-anak belajar pada malam hari, mendukung pelayanan fasilitas umum, hingga menunjang aktivitas ekonomi dan komunikasi masyarakat.
Kepala Desa Praisalura, Panus Maramba Ndima, mengapresiasi komitmen PLN yang terus menjaga layanan kelistrikan meski harus menghadapi tantangan geografis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN yang terus berupaya menjaga pasokan listrik di Pulau Salura. Perjuangan petugas tidak mudah karena harus menyeberangi laut membawa berbagai peralatan. Listrik sangat penting bagi kehidupan masyarakat kami,” katanya.
General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, menegaskan bahwa pelayanan kelistrikan di wilayah terluar merupakan bagian dari komitmen PLN menghadirkan energi yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Menurutnya, kondisi geografis, cuaca, maupun tantangan logistik tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Tantangan medan, cuaca, maupun logistik tidak pernah mengurangi komitmen kami untuk terus menghadirkan listrik yang andal. Bagi PLN, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani karena setiap masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses listrik yang andal dan berkelanjutan,” ujar Rita.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memastikan pemerataan akses energi hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia.
Di Pulau Salura, semangat Hari Pelanggan Nasional 2026 hadir bukan melalui seremoni besar, melainkan melalui kerja para petugas yang menembus laut dan menghadapi keterbatasan medan demi satu hal sederhana namun sangat berarti bagi masyarakat: memastikan terang tetap menyala.
Diketahui, PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara merupakan unit PLN yang bertugas melaksanakan pengendalian operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik PLN yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sejalan dengan holding, UIK Dwipantara terus mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emission (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.***

Tinggalkan Balasan