Liputan BERITA

Evaluasi PHBS 2026 di Padangsidimpuan, Pemko Tekankan Budaya Hidup Bersih Harus Berkelanjutan

Ditulis oleh Editor NTT pada 23 September 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

PADANGSIDIMPUAN – LIPUTAN68. COM – Pemerintah Kota Padangsidimpuan menegaskan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tidak boleh berhenti sebatas kegiatan penilaian atau perlombaan. Lebih dari itu, PHBS diharapkan menjadi kebiasaan yang terus diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Padangsidimpuan Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes melalui Sekretaris Daerah H. Rahmat Marzuki Nasution, SH, MH, CGCAE saat menerima Tim Evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan Evaluasi PHBS Tahun 2026 di Desa Perkebunan PK, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Selasa (22/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sekda didampingi Staf Ahli II TP PKK Kota Padangsidimpuan Hj. Minta Ito Daulay. Sementara tim evaluasi TP PKK Provinsi Sumatera Utara terdiri dari Anggota Pokja IV TP PKK Provsu Muhammad Syukur bersama pendamping dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Hendry Irawan Sianturi, SKM.

Wali Kota melalui Sekda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mempersiapkan Desa Perkebunan PK menghadapi evaluasi. Mulai dari TP PKK, kader kesehatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat hingga warga, dinilai telah menunjukkan semangat kebersamaan melalui berbagai kegiatan menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Menurutnya, penerapan PHBS harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat dan membangun kepedulian terhadap lingkungan akan memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

“Evaluasi ini jangan hanya dimaknai sebagai perlombaan untuk mengejar prestasi. Jadikan momentum ini sebagai proses pembinaan, pembelajaran dan evaluasi bersama agar penerapan PHBS semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Wali Kota dalam sambutannya.

Sekda juga mengingatkan agar semangat masyarakat dalam menjaga kebersihan tidak hanya muncul ketika menghadapi penilaian.

Menurutnya, keberhasilan PHBS justru terlihat dari kemampuan masyarakat mempertahankan kebiasaan hidup bersih dan sehat setelah seluruh rangkaian evaluasi berakhir.

“Jadikan semangat PHBS ini sebagai gaya hidup permanen, bukan hanya ketika ada penilaian. Kebersihan, kesehatan dan keharmonisan lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus,” pesannya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Padangsidimpuan Ny. Hj. Masroini Letnan Dalimunthe melalui Staf Ahli II TP PKK Hj. Minta Ito Daulay menyampaikan bahwa keluarga memiliki posisi penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat.

“PHBS merupakan salah satu pilar dalam membangun keluarga yang sejahtera dan tangguh. Kesehatan menjadi modal utama bagi keluarga untuk menjalankan aktivitas sekaligus mendukung pembangunan,” ujarnya.

Dari TP PKK Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Syukur yang mewakili Ketua TP PKK Provsu Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution menyampaikan bahwa evaluasi PHBS tidak semata-mata melihat tampilan lingkungan saat penilaian berlangsung.

Menurutnya, yang tidak kalah penting adalah melihat sejauh mana kebiasaan hidup bersih dan sehat benar-benar diterapkan oleh masyarakat.

“Evaluasi bukan hanya melihat hasil, tetapi juga aksi nyata dalam penerapan PHBS. Mari terus bergerak bersama memperkuat kolaborasi,” pesannya.

Kades: PHBS Harus Dipertahankan Setelah Penilaian

Sementara itu, Kepala Desa Perkebunan PK, Lumalo Harahap, menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi PHBS menjadi motivasi bagi pemerintah desa bersama masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Menurut Lumalo, persiapan menghadapi evaluasi bukan semata-mata untuk menunjukkan kondisi desa kepada tim penilai, tetapi diharapkan mampu membangun kebiasaan positif yang dapat dipertahankan masyarakat dalam jangka panjang.

“Bagi kami, penilaian PHBS ini menjadi motivasi untuk terus berbenah. Apa yang sudah kami lakukan bersama masyarakat jangan hanya berhenti sampai penilaian selesai, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” ujar Lumalo.

Ia mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan program PHBS. Karena itu, pihaknya terus mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga serta memperkuat semangat gotong royong.

“Kami berharap seluruh warga semakin sadar bahwa lingkungan yang bersih dan sehat adalah kepentingan kita bersama. Pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” katanya.

Lumalo juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Padangsidimpuan, TP PKK, kader kesehatan, OPD terkait, tokoh masyarakat dan seluruh elemen yang telah ikut bergotong royong mempersiapkan Desa Perkebunan PK dalam menghadapi evaluasi PHBS tingkat Provinsi Sumatera Utara.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tetap terpelihara setelah kegiatan evaluasi berakhir.

Dengan adanya evaluasi tersebut, Pemko Padangsidimpuan berharap penerapan PHBS di Desa Perkebunan PK dapat terus berkembang dan menjadi contoh pentingnya kolaborasi antara pemerintah, TP PKK, kader kesehatan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman.

Pada akhirnya, PHBS bukan sekadar penilaian, melainkan kebiasaan yang dimulai dari rumah, diterapkan di lingkungan dan dipertahankan bersama demi terciptanya masyarakat yang sehat dan berkualitas.

(LP-03) 

Ditulis oleh Editor NTT

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian