Karena Pandemi & Pariwisata yang Belum Normal, Kasus Malnutrisi di Wilayah Timur Bali Semakin Meluas

BALI — LIPUTAN68.com — Kekurangan gizi/ malnutrisi yang berujung kelaparan telah menjadi masalah untuk masyarakat di Timur Pulau Bali.

Hal itu diperparah dengan pandemi Covid-19 yang belum juga reda, secara langsung pandemi menyebabkan pariwisata di Pulau Bali menurun drastis.

Bencana kelaparan telah lama menimpa masyarakat terpencil di Tanjung Timur Bali, dan semakin parah seiring dengan adanya pandemi Covid-19.

Dilansir dari Al Jazeera, sekitar 60 % produk domestik bruto Bali berkaitan dengan sektor pariwisata.

Setelah adanya pandemi Covid-19, ekonomi Bali menjadi salah satu yang terdampak parah di Indonesia.

Bank sentral melaporkan pertumbukan negatif terjadi di Bali, pada bulan September pertumbuhan kurang dari 11 %.

Disisi lain, tingkat pengangguran naik 5,6 % pada bulan Agustus dengan 105 ribu masyarakat kehilangan pekerjaan.

Sedangkan menurut Organisasi Ketenagakerjaan Nasional jumlah pengangguran di Indonesia dapat meningkat lebih banyak.

“Kami melihat banyak orang yang lapar dan belum makan selama beberapa hari tanpa ada dana untuk membeli makanan, ada ribuan,” kata Sarah Chapman dari Yayasan Solemen Indonesia.

Yayasan Solemen Indonesia adalah sebuah badan amal yang bergerak membantu memberi makan para lansia dan masyarakat penyandang disabilitas di Bali.

Sebelumnya, masyarakat penyandang disabilitas tersebut dibantu oleh kerabat yang bekerja di dibang pariwisata Pulau Bali.

Hal selaras juga disampaikan oleh rekan Sarah, ia mengatakan bahwa kondisi semakin buruk saat pandemi Covid-19.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *