Pasokan Migor Mulai Normal di Sumut
MEDAN — LIPUTAN68.COM — Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara menyebut, ketersediaan pasokan minyak goreng atau migor di Sumut perlahan mulai normal.
Kondisi itu terdorong karena perusahaan-perusahaan sudah mulai menyalurkan migor ke daerah-daerah.
“Tapi begitu pun belum sepenuhnya seperti yang diharapkan,” kata Kepala Disperindag Sumut, Aspan Sopian Batubara menjawab wartawan, Senin (7/3/2022).
Diakui Aspan, stok migor mulai normal berkat peran BUMN idfood lewat anak usahanya Rajawali Nusantara dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), yang juga turun ke daerah untuk membantu penyalurannya.
Semisal migor di wilayah Nias disebut dia sudah tersedia.
“Jadi sekarang melalui idfood terpotong mata rantai pasokan, tidak lagi terfokus ke produsen tapi langsung ke pedagang,” ungkap mantan kepala Dinas Pertanian Sumut ini.
Pun stok di pasar-pasar tradisional, swalayan maupun modern di Sumut, sebut Aspan, mulai tersedia berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per kg.
“Kalau ketersediaan masih terpenuhi, karena sudah setiap hari migor tersalurkan di Sumut,” ujarnya.
Sisi lain diakui eks kepala Dinas Perkebunan Sumut, ada oknum pedagang-pedagang kecil yang menaikkan harga jual migor di atas HET. Ia mengatakan pihaknya terus memonitor dan mengendalikan harga migor agar sesuai HET.
Adapun pantauan wartawan di salah satu swalayan di Jalan Gatot Subroto Medan, Senin siang, migor dari beberapa merk tersedia untuk pembeli meski jumlah pembeliannya masih tetap dibatasi.
Sebelumnya Menteri Perdagangan RI, M Luthfi, di Medan pada 26 Februari 2022, mengungkapkan stok migor tersedia bahkan melimpah di Sumut. Ia mengatakan ada 33 juta ton lebih migor di Sumut.
Namun menurut Aspan, 33 juta ton migor tersebut tidak semua disalurkan di Sumut, tetapi juga untuk luar Sumut.
“Itu juga disalurkan sampai ke Bengkulu, ke Palembang. Itu produksi Sumut,” pungkasnya. (LM-02)

Tinggalkan Balasan