Pacitan,Liputan 68.com- Sebuah misteri besar masih menyelimuti atmosfer Partai Demokrat dalam mempersiapkan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilbup serentak 2024.
Dengan siapa Partai milik SBY itu akan berkoalisi ataukah dengan kepercayaan diri mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati tanpa harus melirik kubu sebelah, sejauh ini juga masih menjadi teka-teki besar bagi publik.
Meski demikian, salah seorang purna bakti aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Pacitan, Tri Hadi Hendra Purwaka, sempat menyampaikan pendapat agar Demokrat percaya diri dengan pasangan calonnya sendiri tanpa harus melibatkan kader partai lain.
Sekaligus, kata Tri Hadi, pendapat yang disampaikannya itu sebagai media test case masyarakat. Apakah mereka lebih memilih partai pengusung ataukah memilih personal atau ketokohan si calon.

“Setelah melihat peningkatan perolehan kursi Demokrat di Pileg agaknya perlu dibuktikan dan dilanjutkan di pilkada/pilbup.
Kedigdayaan Demokrat memungkinkan dalam Pilbup tersebut. Calon Bupati dan Wabupnya ya dari Demokrat. Dan kalau masih menggandeng dari partai lain (Golkar) menandakan Demokrat di Pacitan masih belum percaya diri,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Pacitan itu baru-baru ini.
Hendra begitu dokter umum yang pernah tugas belajar ke Amerika itu akrab disapa, lagi-lagi menginginkan agar Demokrat tetap lanjut dengan kekuatan kedua kakinya dan jangan ragu. “PD (Partai Demokrat) belum PD (percaya diri),” kata Hendra setelah membaca pemberitaan media terkait Demokrat yang masih menyimpan rapat skenarionya dalam membesut bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati, Ahad (25/2).
“Ya iyaaa lah, PD mendominasi pileg.
Juga kan masih ada Pak SBY yang masih sugeng (hidup) jembleger mbegegheg waras wiris.
Beliau magnet tersendiri buat masyarakat Pacitan. Siapapun yang ditunjuk beliau Insyaallah jadi. Kalau masih menggandeng dengan partai lain berarti PD krisis ketokohan,” sambung Hendra.
Sementara itu sebagaimana kasak-kusuk yang sampai ke telinga wartawan, ada potensi besar partai yang dipimpin Indrata Nur Bayuaji tersebut akan memberangkatkan calon dari internalnya sendiri, tanpa harus berkoalisi dengan partai sebelah.
