NTT, Liputan68.com- Malam penuh haru menyelimuti Kabupaten Malaka, Selasa (9/9/2025). Rombongan PS Malaka U13, yang baru saja pulang dari Yogyakarta setelah mewakili Provinsi NTT di ajang Soeratin Cup U13 tingkat nasional, disambut hangat pemerintah dan masyarakat Malaka.
Sekretaris Daerah Malaka, Ferdinandus Un, hadir mewakili Bupati Dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Hendrikus Melki Simu, A.Md (HMS), dihadiri jajaran pemerintah, pejabat daerah, Ketua Askab PSSI Malaka Adrianus Bria Seran, SH, Direktur Sepak Bola Dr. Dion Bria Seran, Kapolres Malaka, para kepala sekolah, guru olahraga, orang tua pemain, serta ratusan masyarakat yang dengan bangga menanti kedatangan pahlawan cilik Malaka.
Salah satu orang tua pemain, Gabriel Luan, tak kuasa menahan rasa syukur. Dalam sambutannya, ia menceritakan pengalaman luar biasa yang didapat anak-anak dan orang tua selama berada di Yogyakarta.
“Kami bangga sekali. Anak-anak bisa naik pesawat, kereta api, dan melihat kota-kota besar di Jawa.”
“Semua ini pengalaman berharga, berkat sepak bola. Kami para orang tua sangat berterima kasih kepada pemerintah kabupaten, khususnya Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS, yang memberi perhatian besar pada olahraga berprestasi,” ungkap Gabriel.
PS Malaka U13 memang belum berhasil melaju jauh. Dari tiga pertandingan, mereka kalah dua kali dan sekali menang.
Namun kemenangan atas tim kuat Papua Barat dengan skor telak 6-1 membuat bangga seluruh Malaka. Bagi orang tua, hasil itu sudah menjadi pencapaian luar biasa, membuktikan bahwa anak-anak Malaka mampu bersaing di panggung nasional.
Tak hanya soal pertandingan, pengalaman ini membuka mata banyak orang tua.
“Jujur saja, banyak dari kami belum pernah naik pesawat atau pergi ke kota besar seperti Yogyakarta. Baru kali ini kami bisa merasakannya, karena anak-anak kami bermain bola. Ini sungguh luar biasa,” tambah Gabriel dengan suara bergetar.
Sekda Malaka, Ferdinandus Un, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberhasilan PS Malaka U13 menjadi bukti nyata dari program Olahraga Prestasi dari Desa yang digagas Bupati SBS dan Wakil Bupati HMS.
“Nama PS Malaka kini tercatat di tingkat nasional. Mari kita jaga semangat ini. Dengan pembinaan usia dini yang serius, Malaka akan terus melahirkan generasi hebat di masa depan,” tegasnya.
Kepulangan PS Malaka U13 bukan sekadar akhir perjalanan dari sebuah turnamen, melainkan awal harapan baru.
Anak-anak Malaka kini tahu bahwa sepak bola bisa membuka jalan, bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga masa depan.
Di balik air mata haru orang tua, tersimpan keyakinan bahwa suatu hari nanti, putra-putra Malaka akan berdiri tegak di panggung yang lebih besar, membawa nama daerah dan bangsa ke puncak kejayaan.*** Eki Luan

