Liputan BERITA

Menjamin Mutu Pelayanan Puskesmas, Dinkes Pacitan Kalibrasi Alat Kesehatan

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 21 September 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Ketepatan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga medis, tetapi juga oleh keandalan alat kesehatan yang digunakan untuk memeriksa dan memantau kondisi pasien.

Kesadaran itulah yang mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan melakukan kalibrasi berbagai alat kesehatan di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Pacitan pada bulan ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Balai Pengamanan Alat dan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) Surakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, mengatakan kalibrasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga mutu pelayanan sekaligus memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas dalam setiap proses pelayanan kesehatan.

Menurutnya, alat kesehatan menghasilkan data yang menjadi salah satu dasar tenaga kesehatan dalam menentukan diagnosis maupun tindakan medis. Karena itu, akurasi alat tidak boleh diabaikan.

“Ketepatan diagnosis maupun tindakan medis sangat dipengaruhi oleh alat kesehatan yang akurat dalam menghasilkan data pemeriksaan pasien,” ujar dr. Daru, Senin (21/9).

Dalam pelaksanaan kalibrasi tersebut, sejumlah alat kesehatan yang digunakan di Puskesmas diperiksa tingkat akurasi dan kesesuaiannya. Di antaranya tensimeter, hematology analyzer, elektrokardiograf (ECG), dental unit, baby incubator, fetal doppler, serta berbagai peralatan elektromedik lainnya.

Proses kalibrasi dilakukan dengan menggunakan standar ukur yang tertelusur (traceable). Dengan demikian, hasil pengukuran alat dapat diketahui tingkat keakuratan dan keandalannya, termasuk apakah masih berada dalam batas toleransi yang telah ditentukan.

Jika ditemukan penyimpangan, hasil kalibrasi dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, baik berupa penyetelan (adjustment) maupun perbaikan alat.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Pacitan, Sugeng Retyono, MKM, menjelaskan bahwa kalibrasi bukan sekadar kegiatan teknis untuk memenuhi kewajiban administratif. Lebih dari itu, kalibrasi merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu pelayanan kesehatan.

“Kalibrasi secara berkala oleh lembaga yang kompeten penting untuk memastikan alat kesehatan tetap memberikan hasil pengukuran yang akurat dan andal,” jelas Sugeng.

Ia menambahkan, keberadaan alat kesehatan yang terkalibrasi memberikan manfaat langsung terhadap proses pelayanan. Data pemeriksaan yang akurat akan membantu tenaga kesehatan memperoleh gambaran kondisi pasien secara lebih tepat, sehingga mendukung pengambilan keputusan medis.

Pada akhirnya, upaya tersebut bermuara pada satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan yang aman dan bermutu bagi masyarakat.

Kalibrasi juga menjadi bagian penting dalam membantu fasilitas pelayanan kesehatan memenuhi standar mutu serta ketentuan dan regulasi yang berlaku. Dengan pengelolaan alat kesehatan yang baik, Puskesmas tidak hanya memastikan perangkatnya berfungsi, tetapi juga memastikan hasil yang dihasilkan perangkat tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi masyarakat, proses kalibrasi mungkin berlangsung di balik ruang pelayanan dan tidak selalu terlihat. Namun, di balik pemeriksaan tekanan darah, rekam jantung, pemeriksaan darah, pemantauan kondisi bayi, hingga berbagai tindakan medis lainnya, terdapat kebutuhan yang sama: data yang benar untuk keputusan yang tepat.

Karena itu, kalibrasi alat kesehatan menjadi investasi penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas. Alat yang akurat membantu tenaga kesehatan bekerja berdasarkan data yang dapat dipercaya, memperkuat ketepatan diagnosis dan tindakan, sekaligus menjadi salah satu lapis perlindungan bagi keselamatan pasien.

Bagi Dinkes Pacitan, memastikan alat kesehatan tetap laik, akurat, dan sesuai standar merupakan bagian dari komitmen untuk terus menjaga mutu pelayanan di seluruh Puskesmas.

Sebab, pelayanan kesehatan yang bermutu bukan hanya tentang seberapa cepat pasien mendapatkan layanan, tetapi juga tentang seberapa dapat dipercaya setiap hasil pemeriksaan yang menjadi dasar dalam menentukan langkah perawatan.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian