Liputan DAERAH

Fajrin Rasyid: Indonesia Butuh Banyak Talenta Dalam Transformasi Digital

Ditulis oleh Liputan68 pada 24 September 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

BALI — LIPUTAN68.COM — Transformasi digital Indonesia menghadapi tantangan kekurangan talenta/sumber daya manusia.

Padahal, pesatnya adopsi digital di Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang menyumbang kontribusi besar terhadap PDB nasional.

Menurut Direktur Digital Bisnis PT Telkom Indonesia Tbk, Muhamad Fajrin Rasyid, saat ini permintaan industri ICT terhadap talenta digital sangat tinggi melampaui dari talenta yang ada dan tersedia.

“Indonesia saat ini kekurangan talenta digital yang mengancam pertumbuhan industri teknologi dengan prakiraan unrealized output senilai USD 21,8 miliar,” ungkap dia di hadapan 600 peserta Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2022, di Nusa Dua, Kamis (22/9).

Mengutip Bank Dunia, Fajrin memaparkan, pertumbuhan pesat sektor teknologi sepanjang 2015 hingga 2030 akan membuat Indonesia kekurangan 9 juta tenaga terlatih & semi terlatih di bidang teknologi.

Selain itu, setidaknya di 2018 sebanyak 1.000 perusahaan teknologi aktif mencari talenta digital. Angka perusahaan tersebut justru meningkat lima kali lipat dari 2017. Data kementerian pun menunjukkan adanya kekurangan 600 ribu per tahunnya terhadap kebutuhan talenta teknologi.

Lebih lanjut, kata Fajrin, Telkom berkomitmen untuk mendukung pengembangan inovasi dan talenta digital Indonesia.

Setidaknya ada tiga wadah inkubasi yang Telkom miliki untuk menampung dan mengembangkan ide inovasi dari internal maupun eksternal, seperti Tribe, Amoeba dan Indigo.

Selanjutnya ide yang telah diinkubasi dan dikembangkan oleh startup, akan dibantu dalam mengelola dana serta mendorong perusahan startup tersebut untuk menemukan investor melalui corporate modal ventura, MDI Ventures.

Saat ini MDI memiliki Assets Under Management (AUM) sebesar USD 830 juta dan lebih dari 70 portofolio di mana tiga diantaranya menjadi unicorn dan 11 di antaranya sudah melewati tahap investment akhir (IPO dan M&A).

Menurut Fajrin lagi, keberhasilan transformasi digital membutuhkan perubahan pola pikir yang radikal pada bisnis, digitalisasi, dan para talenta.

Keberhasilan transformasi digital juga membutuhkan prasyarat yakni fokus pada kebutuhan konsumen, jangan merasa terlalu nyaman dengan bisnis inti, jangan menolak terhadap perubahan, jangan terlalu lambat berinovasi, dan jangan takut dengan risiko.

Selain itu dibutuhkan strategi bisnis yang tepat, andalkan rekomendasi staf internal apa yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan dalam operasional sehari-hari, masukan pelanggan dibutuhkan untuk customer experience, budaya agile startup menjadi kebutuhan, dan pastikan transformasi digital yang dilakukan tidak menggantikan tenaga kerja. (REL)

TEKS FOTO
PAPARKAN: Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid paparkan kebutuhan akan talenta/SDM digital untuk menghadapi transformasi digital Indonesia pada acara BATIC 2022, di Nusa Dua, Bali, Kamis (22/9). ISTIMEWA

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian