Ir H Soekirman Mengagas Mutu Pariwisata Sergai Nan Menawan


Oleh: Dr. Purwadi, M.Hum

(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara – LOKANTARA)

Strategi kemajuan pariwisata di Kabupaten Serdang Bedagai Kabupaten Serdang Sumatera Utara digagas dengan cermat. Rapat koordinasi tentang peningkatan mutu wisata Sergai dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 30 – 9 – 2017. Dari jauh Kabupaten dibahas dengan santai tapi serius. Pertemuan diadakan di Pesona Hotel Jl. Gadean 3 Yogyakarta. Telah hadir Ir. H. Soekirman, Bupati Sergai. Disertai lima pembesar kabupaten. 1) Drs. Dimas Kurnianto, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). 2) Drs. Santun BS Nahor, Dinas Kepemudaan Olah Raga, Pariwisata dan Budaya. 3) Ikhsan AP, Dinas Komunikasi dan Informatika. 4) Drs. Akmal, M.Si., Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sergai. 5) Prihatinah S. Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai.

Tepat pukul 20.30 acara dimulai. Pak Bupati Ir H Soekirman memulai dengan kemajuan yang dicapai Kabupaten Banyuwangi. Lantas menceritakan rencana kunjungan Festival di Kali Bogowonto. Perlu diperhatikan tentang Festival Bogowonto. Mengapa ? dibanding dengan Bengawan Solo, Kali Serayu, Kali Opak, Kali Lusi, Kali Brantas ternyata kali Bogowonto kurang dikenal. Sama dengan Sungai Sei Ular yang tidak terkenal. Kedua sungai ini tidak punya seniman dan sastrawan yang unggul.

Kali Bogowonto dan Sungai Sei Ular jauh dari pemikiran. Jarang pemikir handal yang membuat wacana arti penting Kali Bogowonto dan Sei Ular. Ada hal penting di Kabupaten Sergai, Birokrasi, Bisnis, Partisipasi masyarakat, Stuktural. Berita yang menggembirakan : Potensi sumber daya alam laut, sungai, sawah, kebun sudah ada peradaban. Ditantang Kementerian Desa, pembangunan prioritas desa. Dirjen Desa mengenal SergaI. Empat komponen : Program unggulan desa, Embung desa, bendengan, BUMDes, Olahraga desa. Menteri Desa, Eko Prasojo menunggu aktivitas Sergai. Dirjen pun mendukung.

Infine time menjadi tonggak kekuatan. Dengan ide spontan barangkali malah program jalan. Contoh Festival Cabe di Korea yang bisa ditiru. Kini terpikirkan untuk membuat bendengan Sungai Ular. Supaya bisa dijadikan wisata air. Genangan itu bisa untuk hilir mudik perahu. Ide ini didukung oleh pemerintah Deli Serdang. Wisata desa akan mudah diwujudkan.

Time line dan sinergi yang menjadi kekuatan perlu dimaksimalkan. Visi dan misi Sergai, baru dilakukan alur birokrasi cuma bersifat prosedural. Sebaiknya birokrasi mau menyumbang problematika secara aktif. Bappeda sebagai excellent center harus member warning bagi kemajuan. Ego sektoral dihindari. Contoh yang perlu ditangani. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lembaga ini kendalanya diurus secara profesional. Apalagi saat ini, yakni Pemerintah Pusat melalui Kementrian desa, menghendaki penyerapan anggaran. Serdang Bedagai tertantang dengan program Kementrian desa. Masalah lain contoh yakni Asosiasi Pedang Pekan. Pekan (AP3). Jangan sampai pasar dibangun malah mangkrak, tanpa ada penjual pembeli.

Siapa yang menjadi alamat penanggung jawab kegiatan ? BITRA, LSM bisa jalan. Program pemerintah kerap terhambat. Ini yang mesti dihindari. Memang ini tugas yang amat berat. Tapi harus bisa. Bupati sebagai pimpinan tinggal melakukan pembicaraan dengan rakyat dan pemerintah pusat. Kalau sudah dapat bantuan/perhatian tinggal melakukan penerapan. Berburu dapat rusa, tapi perlu tindakan lanjut. Siapa yang memotong, siapa yang marah. Kalau tidak, daging rusa itu busuk. Tidak boleh hal ini terjadi. Pemerintah Sergai pun mesti punya program jelas.

Pembahasan pariwisata meliputi produk power dan promosi serta policy. Saat ini tidak punya produk. Selama ini wisata mengandalkan barang jadi. Sudah ada secara alami, tanpa kehadiran pemerintah. Ini dihindari. Bagaimana gagasan ini bisa diwujudkan ? Bagaimana penerapan ? Wisata meliputi food, journey, trip, hiburan, seni, olahraga. Diskusi dan tukar pikiran kali ini sungguh menggugah semangat dan gerakan. Sebagai sarana sosialisasi teringat Paguyuban Suko Budoyo dan Dinas Pendidikan yang membuat lagu.

Sergai Jaya
Serdang Bedagai Tanah Bertuah Negeri Beradat
arah barat berbatasan Deli Serdang
Sei Rampah ibukota tampak megah
memang indah nian kiri kanan pertamanan
Ramah penduduknya semangat tekun bekerja
makmur pertanian perkebunan perdagangan
nikmati oleh oleh pasar Bengkel tersedia
Sergai Kabupaten dekat kota Tebing Tinggi.

Lagu itu memberi rasa optimis buat menatap masa depan. Sergai punya banyak modal. Introspeksi dan mawas diri bisa dilakukan oleh para birokrat. Jajaran birokrasi kerap terjebak dengan cara kerja kacamata kuda. Asal sesuai dengan tupoksi, tugas pokok dan fungsi, masalah dianggap selesai. Tidak ada unsur kreatif. Di sini kreativitas diperlukan sekali. Program seperti ini terjebak pada formalisme, rutinitas dan asal aman. Oleh karena itu Ir H Soekirman mengajak untuk berpikir reflektif.

Menanggapi saran Pak Bupati Ir H Soekirman, Kepala Bapeda, Bu Prihatinah mengusulkan supaya ada pendampingan. Bila perlu diberi konsultan dan akademisi dan praktisi. Pak Bupati memberi nasehat bijak. Tanpa dinas pariwisata Pantai Cermin tetap banyak pengunjung. Tanpa dinas pertanian tetap saja ada panen padi. Maka perlu semangat untuk kreativitas baru. Oleh karena itu Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) hendaknya terpadu antara desa dan pemerintah kabupaten.

Peserta mengusulkan agar diadakan Festival Sawit. Di Korea Festival Cabai sudah berlangsung selama 17 tahun. Serdang Bedagai untuk HUT tahun 2018 hendak mengadakan festival. Ada yang mengusulkan festival singkong. Masing-masing dikaji dengan teliti. Forum singkong nasional diajak rembugan. Agar diperoleh hasil yang baik dan memuaskan. Maka perlu belajar dan bekerja lebih keras lagi.

Paparan Ir H Soekirman disertai dengan kasus sukses wisata di beberapa kabupaten. Pameran konvensional yang dilakukan pemerintah ramai saat pembukaan. Antar penjaga stand saling berkunjung supaya tampak ramai. Kalau tidak begitu jelas sepi. Maka perlu disadari bahwa sistem teknologi sudah jauh maju. Orang tidak perlu lagi melihat secara manual. Cukup dengan on line, semua orang bisa menjalankan roda bisnis. Kebersamaan mutlak dilakukan. Pembesar Sergai hendaknya kerap bertemu untuk berdialog. Malaysia jadi wisata. Thailand jadi wisata. Indonesia bagaimana? Kerja keras dan belajar terus menerus. Masa depan terbuka untuk dikejar. Mimpi jadi kenyataan. Idealisme itu perlu dilakukan dengan fleksibel. Inilah perpaduan antara idealitas dengan realitas.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *