Liputan BERITA

ASB: Warga Pacitan Ingat Karya Pemikiran SBY dan Demokrat. Bersinergi Menangi Pileg 2024

Ditulis oleh Liputan68 pada 23 Mei 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Pacitan, Arif Setia Budi mengajak kepada seluruh anak bangsa agar tidak melupakan sejarah kepemimpinan pendiri Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Presiden ke enam RI selama satu dekade.

Apa yang telah SBY berikan untuk bangsa dan negara, merupakan sebuah karya pemikiran, untuk terus melanjutkan pembangunan demi terwujudnya masyarakat sejahtera dan berkeadilan.

Baik di bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. “Untuk itu seiring berjalannya tahun politik, atas nama pribadi dan juga Partai Demokrat, saya mengajak semua anak bangsa, khususnya masyarakat Pacitan, untuk merefleksikan apa yang telah SBY perbuat untuk negara ini. Tidak terkecuali untuk kemajuan Pacitan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, ” kata politikus Demokrat yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pacitan ini saat menyampaikan siaran persnya, Selasa (23/5).

Dibidang ekonomi dan kesejahteraan aparatur, lanjut politikus yang lebih akrab disapa ASBi ini, selama rezim kepemimpinan SBY, terus bergulir kebijakan kenaikan gaji pokok bagi seluruh PNS, anggota TNI/Polri serta para penerima pensiun, yang disampaikan saat pidato kenegaraan setiap tanggal 16 Agustus.

Demikian juga ribuan tenaga honorer daerah, dapat diangkat sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), dengan terbitnya PP No. 48 Tahun2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Pun bagi sekretaris desa atau carik, yang juga mendapat kesempatan diangkat sebagai PNS, sebelum berlakunya regulasi tentang desa.

Kemudian persoalan ekonomi, dimana pada rezim pemerintahan SBY, sempat terwujud swasembada pangan, laju inflasi nasional dapat dikendalikan sehingga daya beli masyarakat terus mengalami ekskalasi. Ketersediaan komoditi bahan pokok sangat mencukupi dan tidak ada kelangkaan seperti halnya minyak goreng yang beberapa waktu lalu sempat membuat keresahan publik disemua strata.

Soal BBM, subsidi negara terus mengalir sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan perekonomian masyarakat.

“Itu hanya histori kecil bagi anak bangsa untuk mengenang sejarah. Namun yang pasti, ribuan bahkan jutaan tenaga honorer daerah saat ini sudah bisa merasakan kehidupan layak. Bahkan tak sedikit dari mereka yang menduduki jabatan struktural di pemerintahan, ” beber ASB.

Masih di kesempatan yang sama dia juga merefresh persoalan kepemiluan. Di era pemerintahan SBY lah, patron demokrasi terpimpin seolah di runtuhkan dan dibangun kembali sistem demokrasi yang dilandasi semangat Pancasila dan UUD 45. Dimana kedaulatan ada di tangan rakyat. Demokrasi dari, oleh dan untuk rakyat.

Hal itu ditandai dengan berubahnya sistem kepemiluan dari proporsional tertutup menjadi proporsional terbuka yang di awali pada pemilu 2009.

Demikian juga pemilihan kepala daerah yang semula hak konstitusi rakyat diwakilkan kepada parlemen, namun sejak saat itu, pemilihan kepala daerah diselenggarakan secara langsung. Terkecuali di wilayah pedalaman Papua yang masih menerapkan sistem noken bigman ataupun gantung.

Dari situlah, ASB selalu mengingatkan dan kembali mengajak masyarakat agar jangan melupakan jasa dari sang tokoh bangsa yang telah berjuang mengangkat harkat dan martabat rakyatnya. “Pacitan yang semula di kenal sebagai daerah terisolir adoh ratu cedak watu dan termarginalkan, sekarang banyak dikenal di seluruh nusantara bahkan dunia internasional mengenal Pacitan sebagai tanah kelahiran SBY dengan keanekaragaman wisata dan sumber daya alamnya,” jlentrehnya.

Harapannya, seteleh SBY lengser dari tahta presiden, akan tetapi ia masih memiliki sebuah gerbong politik yaitu Partai Demokrat. Lewat gerbong inilah, SBY masih akan terus memperjuangkan nasib bangsa dan tanah air Indonesia, demi terciptanya sebuah kesejahteraan, keadilan bagi masyarakat.

Dan juga kembali mengangkat nama Pacitan agar terus dikenang oleh seluruh lapisan anak bangsa. “Apa sih beratnya mengingat SBY, dengan terus mendukung dan memenangkan Demokrat di pemilu 2024,” tukas wakil rakyat dapil Kecamatan Tulakan-Kebonagung ini. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian